Berita Terbaru

Thursday, January 14, 2016

Suara terbanyak Calon Rektor Unima belum tentu terpilih
by donwu - 0

Philoteus Tuerah.
TONDANO, SMOcom—Kamis (14/01/2016) hari ini, siapa yang akan menjabat Rektor Unima periode 2016-2020 akan ditentukan dalam pemilihan internal Senat Unima. Ada tiga nama yang terjaring dalam proses pemilihan yang sudah berlangsung November 2015 lalu, yakni Prof Dr Harold Lumapow MPd (Pembantu Rektor Bidang Akademik), Dr Adensi Timomor SH MH MSi (Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan), dan Dr Mozes Wullur MPd (Sekretaris Program Studi S2 Manajemen Pendidikan).
Rektor Prof Dr Philoteus EA Tuerah MSi DEA sebelumnya Tuerah menjelaskan, anggota Senat Unima ada 64 orang yang memiliki 65 persen suara, sementara Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) 35 persen suara. "Nantinya kami tetap menunggu keputusan Menteri. Ada dua tahap yang dilewati, yakni pemilihan dan pelantikan," ujar Tuerah.
Dengan prosentase yang cukup besar dalam menentukan kursi Rektor, menjadikan Menristekdikti penentu utama siapa yang akan memimpin Unima, sebagaimana juga berlaku di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya di seluruh Indonesia. Bahkan dengan tegas Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan bahwa Rektor dari PTN itu bukan mandiri sepenuhnya. "PTN itu kepanjangan tangan pemerintah, jadi bukan mandiri penuh, karena itu kementerian memiliki suara 35 persen dalam pemilihan Rektor," ujar Nasir.
Guru besar di bidang Behavioral Accounting dan Management Accounting UNDIP itu pun menjelaskan tentang kriteria yang dipatok kementerian untuk menentukan suara. "Para Calon Rektor yang sudah diputuskan melalui rapat Senat itu akan kami lihat rekam jejaknya," kata dia. Oleh karena itu, calon Rektor yang memperoleh suara terbanyak saat pemilihan internal kampus melalui rapat Senat itu tidak dijamin mulus terpilih. "Calon yang mendapat suara terbanyak, belum tentu bisa masuk (terpilih)," tukas Nasir.
Juru Bicara Unima Allan Parinusa, juga mengisyaratkan kalau suara Menristekdikti sebesar 35 persen suara sangat menentukan. “Teknis dalam pemilihan Rektor, Anggota Senat wajib memberikan hak suaranya dan tidak bisa diwakilkan. Bila sampai batas waktu yang ditentukan jika anggota senat tak hadir, maka hak suaranya dinyatakan hangus. Hak suara dari Anggota Senat kalau dipresentasikan sekitar 65 persen, sedangkan Kementerian 35 persen. Penentu duduknya pemimpin Unima ada pada Senat dan Kementrian,” katanya kepada sejumlah wartawan, Rabu (13/01/2016) kemarin.(win/rep)

Berita terkait: Pilrek tanpa gejolak, hari ini Unima pemimpin baru

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Kamis, 13 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment