Berita Terbaru

Tuesday, January 26, 2016

Pelajar di Manado diduga ikut Gafatar
by donwu - 0

Keluarga Silangen-Lahengko, ayan dan ibu Oktavine Dorkas Silangen, saat bertemu Sekkot Manado MHF Sendoh, Selasa (26/1/2016).(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Kehadiran ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tengah ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Gafatar yang disebut sesat ini mencuat ketika selepas kembalinya dokter Rica Tri Handayani yang hilang di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015. Kasus warga yang menghilang kemudian diduga bergabung dengan Gafatar bukan hanya dialami Rica. 
Bahkan di Manado ada laporan warganya yang hilang, karena ada dugaan bergabung ke ormas tersebut. Adalah keluarga Silangen-Lahengko, Selasa (26/1/2016), mendatangi kantor Walikota Manado di bilangan Jln Balaikota Tikala, melaporkan dugaan bahwa anakanya hilang dikarenakan bergabung dengan Gafatar. Keluarga ini diterima Sekkot Ir MHF Sendoh di ruang kerjanya. “Anak kami Oktavine Dorkas Silangen siswa kelas 1 SMK umur 15 tahun pada 12 Desember 2015 sudah tidak ada kontak dengan kami. Menurut beberapa saksi yang pernah melihat anak kami bahwa Ine (panggilan Oktavine, red) ikut Gafatar,” ujar ayah dari Ine kepada Sekkot.
Dalam pertemuan tersebut, Sendoh yang didampingi Kepala Dinas Sosial Manado Frans Mawitjere dan juga Kepala Bagian Kesbangpol Manado mengatakan bahwa Pemkot Manado akan mendampingi keluarga dalam mencari informasi apakah Ine benar hilang karena bergabung dengan Gafatar. “Nanti pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial akan membantu mencari informasi tentang Ine, dan juga data-data tentang korban kita perlukan untuk melakukan pengecekannya nanti. Kita harus saling menguatkan, saling topang dalam doa agar Ine bisa kembali pulang,” ujar Sendoh.(dsw)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment