Berita Terbaru

Thursday, January 21, 2016

Krisis listrik di Sulut bikin KEK Bitung terancam
by donwu - 0

Puluhan wartawan Manado saat demo kantor PLN Suluttenggo, Senin (18/1/2016) lalu.
MANADO, SMCOM—Pemerintah telah mencanangkan beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk meningkatkan ekonomi di beberapa daerah, salah satunya di Sulut tepatnya di Bitung. KEK ini nantinya menjadi wilayah utama yang bakal dikembangkan pemerintah di bidang perikanan, industri kelapa, dan dukungan logistic lainnya di wilayah Indonesia timur. Bahkan Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa KEK Bitung nantinya menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di Bumi Nyiur Melambai, dimana kalau nantinya sudah beroperasi penuh bisa sumbang pertumbuhan ekonomi untuk Sulut sebesar 3,75 persen.
Namun sayang, impian pemerintah supaya KEK Bitung segera beroperasi 2017 mendatang, nampaknya harus ditunda dulu. Pasalnya, krisis listrik yang melanda Sulut selama ini menjadi ancaman besar pengoperasian KEK tersebut. Hal ini pun ikut menjadi perhatian sejumlah stakeholder di Sulut. “Jika tidak disikapi dengan arif, maka jangan mimpi long term and smart inverstment akan terwujud. Harusnya pemerintah yang terkait cepat mengantisipasi. Saya kurang yakin, dengan krisis listrik yang masih terjadi di Sulut ini, KEK akan mulus,” ujar pengamat politik dan peneliti TEPI, DR Jerry Massie DMin PhD, kepada Swara Kita, Rabu (20/1/206) siang.
Tak heran jika dosen ekonomi salah satu perguruan tinggi swasta ini mengatakan kalau KEK bagaikan mimpi, karena tak diantispasi dengan ketersediaan listrik, yang tentunya berimpas bada investasi. “Ini bagaikan mimpi di siang bolong. Economic sector atau sektor ekonomi punya environment yang sangat vital. Jadi investor akan takut kalau the darkness atau "kegelapan" harusnya langkah preventif atau pencegahan harus cepat,” tukas Massie.
Dia juga meminta agar Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono dan GM PT PLN Suluttenggo Baringin Nababan jangan hanya memberi lip service atau janji-janji manis kepada masyarakat Sulut. “Harus doing, action atau do more, talk less (banyak berbuat, sedikit bicara). Dan langkah paling kongkrit, panggil yang berkompeten sesuai bidangnya duduk bersama dengan birokrat, korporat serta shareholder atau stakeholder yang terkait. Dan jangan sampai ada political interest atau kepentingan politik di dalamnya,” tandas Massie. “Kalau KEK berjalan maksimal, maka economic growth atau pertumbuhan ekonomi Sulut saya pastikan akan baik, khususnya PRDB kita,” tambah dia.(dsw)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Kamis, 20 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment