Berita Terbaru

Wednesday, January 6, 2016

Korban Soputan Mulai Krisis Air Bersih
by donwu - 0

Bupati James Sumendap, melakukan pengecekkan sumur-sumur milik warga yang tercemar abu vulkanik Gunung Soputan, Rabu (6/1/2015) siang.(foto:ist)
MITRA, SMOcom—Dampak dari letusan Gunung Soputan yang mengeluarkan abu vulkanik, warga di tiga desa Kecamatan Ratahan Timur, Mitra, mulai mengalami krisis air bersih. Ketiga desa tersebut masing-masing Pangu, Pangu Satu, dan Pangu Tiga. "Sekarang ini warga di tiga desa yang terkena langsung dampak gunung mengalami krisis air bersih," ujar Kasie Rehab Rekon Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Erick Manaroisong, Rabu (6/1/2016) hari ini.
Sejumlah warga mengakui mulai kesulitan air bersih, dimana air dari keran desa sudah bercampur lumpur debu Soputan. "Yang jelas ini sudah tidak bisa digunakan lagi. Bukan hanya untuk masak, namun untuk mencuci juga sudah tidak bisa," kata warga, sembari mengatakan tidak sempat menutup sumur, di saat semburan debu terjadi, karena kejadian datang tiba-tiba, dan terjadi pada malam hari.
Kepala Desa Pangu Jafry Kawulusan, kepada wartawan mengatakan, sejauh ini pasokan air bagi masyarakat di tiga desa tersebut bersumber mata air yang sama di pegunungan kawasan Hutan Rangkuli. "Dan saat ini kami sangat berharap bantuan air bersih dari siapa saja yang bisa membantu warga," terangnya.
Sementara itu, Bupati Mitra James Sumendap SH, yang meninjau lokasi sumber-sumber air milik warga, menghimbau agar warga jangan dulu mengkonsumsi air yang telah tercemar. "Warga jangan dulu mengkonsumsi air sumur atau air dari keran, karena ini berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan. Nanti akan dipasok air bersih untuk memenuhi kebutuhan air hingga kualitas air sumur dan air keran warga sudah normal," janji Sumendap. Kepala BPBD Mitra Joppy Mokodaser mengatakan bantuan air bersih sudah mulai didatangkan ke tiga desa tersebut, dengan kapasitas tangki 5.000 liter. "Tangki bantuan akan datang dari BPBD Sulut, BPBD Tomohon, dan BPBD Minsel," ujarnya.(pow)

Bisa juga dibaca di SKH Swara Kita dan diakses di www.swarakita-manado.dom edisi Kamis 7 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment