Berita Terbaru

Wednesday, January 27, 2016

Korban penggusuran di Taas mengadu di Dekot Manado
by donwu - 0

Sejumlah warga Kelurahan Taas Lingkungan V saat mendatangi kantor Dekot Manado, Rabu (27/1/2016).(foto: iwan/sk)
MANADO, SMCOM—Rabu (27/1/2016) siang tadi, sejumlah warga yang menjadi korban penggusuran Polrse Manado di Kelurahan Taas Kecamatan Tikala datang mengadu di lembaga Dekot Manado. Kedatangan warga tersebut diterima langsung Ketua Dekot Noortje Van Bone di ruang rapat paripurna dan didampingi para anggota Dekot yakni Roy Maramis, Reynaldo Heydemans, Mohamad Wongso, dan Markho Tampi.
Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa proses eksekusi tersebut dinilai tidak sesuai prosedur dikarenakan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga. “Tidak ada pemberitahuan, bahkan saya sendiri tinggal mendapat informasi dari anak saya bahwa rumah saya akan dieksekusi,” kata Sultje Suwu, warga korban penggusuran.
Kuasa hukum para korban penggusuran, Recky Mogota mengatakan, sebagian warga yang digusur sudah memiliki sertifikat dan surat kur dari pemerintah. “Warga korban eksekusi sudah tinggal di atas tanah itu sudah 40 tahun. Kalau ada sengketa tanah di pengadilan, kenapa selama ini warga tidak pernah dipanggil mengikuti persidangan. warga tidak diberitahukan kalau tanah yang ditempati mereka akan dieksekusi. Jadi warga terkejut karena setelah membacakan surat perintah eksekusi dan putusan pengadilan, rumah-rumah warga langsung dibongkar,” ungkap Mogota.
Sementara, Camat Tikala Muhammad Sofyan mengakui eksekusi terhadap 13 rumah milik warga di Kelurahan Taas Lingkungan V Kecamatan Tikala oleh Polres Manado pasa Selasa (26/1/2016) tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihaknya. “Seharusnya proses eksekusi tersebut ada pemberitahuan kepada kami selaku pemerintah kecamatan dan saya tidak mengetahui akan eksekusi tersebut,” ungkapnya.
Anggota Dekot Manado Roy Maramis mengatakan, pihaknya akan segera mencarikan solusi dari permasalahan ini termasuk akan memanggil hearing kepada pihak-pihak yang terlibat dalam permasalahan ini. “Dekot adalah representasi warga masyarakat kota, aspirasi sudah kami terima dan akan segera mengambil langkah-langkah terhadap proses eksekusi tersebut. Saya sudah mengkonsultasikan ini kepada pimpinan dewan, untuk mencarikan solusi termasuk memanggil hearing kepada pihak-pihak yang terkait dengan proses eksekusi ini,” kata Maramis.(wan)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Kamis 28 Januari 2016.


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment