Berita Terbaru

Wednesday, January 20, 2016

Komisioner KPU Manado harus rela tak terima gaji
by donwu - 0

Ilustrasi.
MANADO, SMCOM—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut sudah mengisyaratkan bahwa Pilkada Manado akan digelar Februari 2016 mendatang, seiring dengan turunya amar putusan Mahkamah Agung (MA) terkait Kasasi KPU Manado kepada Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud. Hanya saja, kendalanya saat ini ada di anggaran pelaksanaan Pilkada susulan ini. paslanya menurut KPU Manado, kebutuhan anggaran yang akan digunakan pada Pilkada Manado sebesar Rp8 miliar untuk menambah anggaran yang tersisa di kas KPU Manado sebesar Rp2,6 miliar serta Rp1 miliar yang berada di kas daerah yang tertata dalam ABPD Perubahan 2015.
Namun, anggaran tersebut belum ditambah dengan permintaan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut yang saat ini melaksanakan kewenangan Panwaslu Manado, serta kebutuhan anggaran pengamanan pelaksanaan Pilkada. 
Anggota Komisi A Dekot Manado Syarifudin Saafa pun mengakui jika kebutuhan anggaran untuk Pilkada Manado tidak tertata dalam APBD 2016. Namun dirinya menyarankan, untuk menyiasati kekurangan anggaran, maka KPU harus maksimalkan anggaran yang tersisa. “Saya menyarankan kepada KPU sebisa mungkin untuk memaksimalkan anggaran yang masih ada, tentu saja dengan konsekuensi para Komisioner KPU Manado bersedia tidak menerima gaji. Sehingga anggaran yang dibutuhkan di Pilkada tidak bisa menggunakan dana yang sudah ada. Dan ini sebagai bentuk efisiensi anggaran daerah,” ujar Saafa di gedung Parlemen, Jl Balaikota Tikala, Rabu (20/1/2016).
Menurutnya, jika anggaran yang tersisa masih kurang, KPU Manado harus mengajukan permintaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan Pilkada yang sebenarnya. “Kalau dana yang ada saat ini masih dirasa kurang. KPU Manado harus duduk bersama-sama bicara dengan lembaga legislatif tidak hanya dengan pihak eksekutif. Karena jika dilakukan pergesaran anggaran pada APBD, harus melalui persetujuan dewan. Dan tentunya permintaan anggaran nantinya harus logis sesuai kebutuhan,” tukas politisi PKS ini.
Diketahui, pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud (Imba-Boby) telah gugur sebagai peserta Pilkada Manado. Kepastian masyarakat menunggu amar putusan dari Mahkamah Agung (AM) akhirnya diterbitkan pada Senin (18/1) awal pekan. Dimana Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Makassar resmi memberitahukan Putusan Kasasi Nomor 697/K/TUN/PILKADA/2015 Jo. Nomor 21/G/Pilkada/2015/PT.TUN.Mks melalui Panitera PT-TUN Makassar Drs Sampirin Hadi S SH atas nama Ketua PT-TUN Makassar. 
Isinya, PT-TUN telah memberitahukan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado tentang isi putusan MA tertanggal 7 Januari 2016 Nomor 697/K/TUN/PILKADA/2015 dalam perkara antara Ketua KPU Manado (Semula Tergugat, sekarang Pemohon Kasasi) melawan Jimmy Rimba Rogi (Semula Penggugat, sekarang Termohon Kasasi), yang amarnya berbunyi: mengabulkan pemohon Kasasi Ketua KPU Manado tersebut, dengan membatalkan Putusan PT-TUN Makassar Nomor 21/G/Pilkada/2015/PT.TUN.Mks. Dalam pokok perkara ini MA menolak gugatan Imba-Boby.
Dengan demikian, peserta Pilkada Manado kembali menjadi tiga pasangan calon, yakni Harley Mangindaan-Jimmy Asiku, GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan (GSVL-MOR), dan Hanny J Pajouw-Tonny Rawung (HJP-Tora).(wan)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Jumat, 22 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment