Berita Terbaru

Thursday, January 7, 2016

Kapolda Sulut: Saya Bersyukur Tuhan Mengasihi Saya
by donwu - 0

KAPOLDA Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, didampingi istri Ny Laura Marpaung dan putranya, saat didoakan para Pendeta dan Pastor pada acara syukuran HUT ke-56.(foto: farry/sk)
MANADO, SMOcom—Di tengah tugasnya memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat Sulut, Kapolda Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung SH, Kamis (7/1/2016), mengungkapkan sukacitanya atas ketambahan umur yang baru 56 tahun. Bersama keluarganya, Jenderal bintang satu itu pun bersyukur dengan menggelar acara dirangkaikan dengan ibadah Natal dan Tahun Baru Polda Sulut, di ruang Catur Prasetya.
Kapolda saat memberikan sambutan di acara HUT-nya, bersyukur atas anugerah dari Tuhan Yesus. Ia mengungkapkan, bahwa sesungguhnya kehidupan itu harus dilandasi dengan rasa syukur di saat suka maupun duka. “Tuhan masih memberikan saya kesehatan, panjang umur. Tuhan masih memberikan saya kepercayaan sebagai Kapolda Sulut. Ini adalah satu anugerah tak terhingga dari Tuhan. Saya sangat bersyukur Tuhan mengasihi saya dan keluarga,” terang Marpaung bersyukur. 
Di usia barunya, Marpaung berharap bisa bekerja keras lagi di 2016 untuk membawa Polda Sulut ke kondisi yang lebih baik lagi. Untuk  mengimplementasikan harapannya itu, Kapolda pun meminta dukungan kepada  seluruh anggota Polri, masyarakat dan pemangku kepentingan alias stakeholder.(
Pelayanan Firman yang disampaikan khadim yakni, Pdt DR HWB Sumakul, memilih Yesaya 8:23 dan Yesaya 9:6 sebagai ayat Alkitab yang berisi kelahiran Raja Damai. Dalam pesan Firman, Sumakul yang merupakan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM ini, mengingatkan bahwa siapa yang melanggar hukum, harus dihukum. Ini mengandung arti bahwa siapapun kita harus mentaati hukum. 
Sumakul menyatakan bahwa kepolisian harus memberikan perlindungan kepada masyrakakat umum, sehingga terbebas dari ancaman apapun, termasuk gangguan kamtibmas. Selain untuk mengayomi masyarakat, Polisi juga harus jadi mengayomi diri sendiri sesuai tema “Hidup sebagai Keluarga Allah, Memotivasi Profesionalisme Polri dan Penggerak Revolusi Mental”.
Polisi juga harus ada komunikasi dengan pemerintah, sehingga tercipta good governance. “Saya senang tema ini yang mengangkat profesionalisme polri dan revolusi mental. Kelahiran Kristus menjadi penerang, menjadi motivasi pekerjaan dan bekerja dalam kemuliaan Tuhan, sehingga hidup dalam ketentraman dan kedamaian,” tutur Sumakul.(oby)

Bisa juga dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com edisi Jumat 8 Januari 2016.
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment