Berita Terbaru

Tuesday, January 19, 2016

Jhon Dumais: Pernahkah PLN hitung kerugian masyarakat?
by donwu - 1

JHON Dumais (kemeja hitam) saat menyampaikan aspirasi kepada GM PLN Suluttenggo.(foto: farry/sk)
MANADO, SMOcom—Untuk beberapa hari kedepan, krisis listrik di Sulut nampaknya masih akan terjadi. Pasalnya, dari keterangan General Manager (GM) PT PLN Suluttenggo Baringin Nababan saat aksi damai puluhan jurnalis di kantornya, Jl Bethesda Sario, Senin (18/1/2016) sore, pihaknya tidak menjamin bahwa pemadaman listrik di Sulut akan berakhir. “Saya tidak bisa berjanji dan tidak bisa menjamin kalau pemadaman tidak akan terjadi lagi, walaupun kapal listrik di Amurang sudah beroperasi,” ujarnya.
Anehnya, di beberapa daerah lainnya, semisal di Sulsel, krisis listrik tak pernah ditemui lagi. Hal ini tentu menjadi indikasi bahwa pemerintah pusat masih menganak-tirikan Sulut. Sontak saja tokok pemuda Sulut, Jhon Dumais, yang ikut bergabung bersama dengan para wartawan dalam aksi damai ini mengecam dan menyesali kinerja PLN Suluttenggo. “Apakah Sulut anak tiri?” tanya Bung JD, sapaan akrabnya, kepada Nababan dan beberapa petinggi PLN Suluttenggo lainnya.
Dikatakannya, selama 70 tahun Indonesia merdeka, baru kali ini sejak Sabtu (16/1/2016) pekan lalu, terjadi pemadaman listrik yang berkepanjangan bahkan hingga 30 jam lebih sampai Senin hari ini. “Selama pemadaman listrik terjadi, puncaknya mulai Sabtu pekan lalu, pernahkah PLN menghitung kerugian yang dialami masyarakat, barang elektronik rusak, makanan basi, pedagang kecil dan menengah tambah rugi. Pernakah PLN merasakan bagaimana susahnya masyarakat. Apakah ini menjadi kepedulian pihak PLN,” tukas JD.
Bahkan mantan Ketua Komisi I Deprov Sulut ini mengungkapkan pengalaman yang juga dirasakan masyarakat konsumen PLN yang masih menggunakan meter listrik lama. “Masyarakat terlambat bayar saja sehari, petugas PLN sudah datang ke rumah, bahkan ada yang langsung memutuskan aliran listrik dan mencabut meter. Apakah ini adil. Kadang juga tagihan rekening membengkak. Coba direksi PLN menempatkan diri sebagai masyarakat yang tersakiti,” ujar JD.
Nababan kemudian menjelaskan kembali penyebab pemadaman listrik yang terjadi sejak Sabtu pekan lalu. “PLN menyampaikan permohonan maaf atas kejadian gangguan listrik pada sistem interkoneksi 150 kV Sulut dan Gorontalo. Sistem kelistrikan Sulut dan Gorontalo pada Sabtu sejak pukul 14.30 Wita, mengalami gangguan suplai listrik. Gangguan ini di sisi transmisi, sehingga menyebabkan sistem kelistrikan operasi terpisah (isolated). Upaya pemulihan suplai listrik pada sistem kelistrikan terus dilakukan secara bertahap,” ujar Nababan dengan jawaban klasik sebagaimana jawaban-jawaban sebelumnya.(dsw)

Selengkapnya bisa juga dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Selasa, 19 Januari 2016

« PREV
NEXT »

1 comment

  1. emangnya siapa yang mau peduli dengan kerugian masyarakat? ngak ada juga UU yang menjamin hak masyarakat selaku pelanggan PLN, so PLN mau bikin apa aja bisa...masyarakat teriak sampai putus urat lehernya ngak bakalan didengar....

    ReplyDelete