Berita Terbaru

Tuesday, January 19, 2016

Hina Yesus, pria asal Bitung diciduk Polisi
by donwu - 0

PELAKU Jafar saat diamankan Tim Resmob Manguni Polda Sulut Senin (18/1) sore dan digiring ke Polsek Maesa Bitung untuk dilakukan interogasi.(foto: tm/polda)

BITUNG, SMCOM—Berbagai bentuk aksi yang dinilai berpotensi kerawanan dan menganggu keamanan masyarakat, terus menjadi bidikan serius aparat kepolisian untuk ditindak. Buktinya, salah satu kasus ujaran kebencian atau dikenal dengan sebutan hate speak, yang dipublikasikan oknum tidak bertanggung jawab di media sosial (medsos), berhasil diungkap dan ditangkap Tim Resmob Manguni Polda Sulut. 
Kasus terbaru ditemukan di Bitung, dimana seorang pemuda, JFJ alias Jafar (17), warga Kelurahan Bitung Tengah, Lingkungan II, memposting gambar di medsos Facebook-nya, mengarah pada tindakan penistaan agama. Jafar memposting gambar Yesus Kristus yang sudah diedit sedemikian rupa sedang memasukan jari ke hidung dengan gigi bertaring, dan member berjudul gambar tersebut “Yesus Upil”. Postingan pelaku ini pun dianggap telah melakukan penistaan agama sehingga berpotensi Sara.
Sontak saja kasus ini langsung dilaporkan masyarakat kepada aparat berwajib. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi SIK SS MM mengatakan, Tim Manguni mengungkap kasus tersebut setelah menerima informasi masyarakat. Gambar dan tulisan yang diposting pelaku menuai kecaman dari para pengguna Facebook. Tak hanya itu, munculnya postingan fitnah dan mengandung Sara tersebut membuat warga Bitung resah. Sontak saja, Tim Manguni ditugaskan untuk segera melakukan penanganan.
“Karena adanya isu berpotensi rawan keamanan yang akhir-akhir ini meresahkan warga Bitung, dimana warga saling tuding karena beredarnya fitnah di medsos FB berupa gambar berpotensi Sara. Tim Manguni Charlie dipimpin AKP Frely Sumampouw merespon lalu melaksanakan lidik,” kata Ratulangi, dalam catatan laporan di akun FB miliknya, Selasa (19/1/2016) siang.
Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, Senin (18/1/2016) sore sekitar pukul  17.00 Wita, pelaku yang memposting gambar yang berjudul “Yesus Upil” berhasil dicengkeram Tim Manguni. Pelaku ditangkap petugas di kompleks Pasar Cita pusat Kota Bitung, tanpa perlawanan. Dari hasil interogasi, pelaku menyatakan bahwa dirinya adalah seorang broken home. Meski demikian, pelaku tetap diamankan dan digiring Tim Manguni ke Subdit Keamanan Negara (Kamneg) untuk diproses hukum.
“Pelaku mengaku bahwa aksi itu bergurau dan hanya mencari perhatian karena orang tuanya berpisah. Tapi tersangka sudah diamankan dan tetap kita proses. Kemudian kami menghimbau warga agar jangan membuat sembarangan postingan yang dapat diproses hukum. Seharusnya warga manfaatkan sarana sosmed untuk hal baik dan berguna bagi orang banyak,” tegas Ratulangi.
Menyikapi kasus ini, Ratulangi mengajak warga tetap tenang dan jangan terpengaruh dengan oknum yang tidak bertanggung jawab, dan hanya memecah belah kerukunan serta menganggu stabilitas keamanan di Sulut pada umumnya. “Serahkan penanganannya kepada Polisi. Jika masih ada yang membuat postingan negatif di dunia maya, pasti Polisi termasuk Tim Manguni Polda Sulut akan memburu dan menangkapnya. Hindari postingan yang bersifat hate speak atau hina, fitnah dan lain-lain,” himbaunya.(oby)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Rabu, 20 Januari 2016.


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment