Berita Terbaru

Tuesday, January 5, 2016

F.J Tumbelaka In Memori, 5 Januari 1960 Pimpin Sulawesi
by noberd losa - 0

F.J Tumbelaka

MANADO,SMO.COM - 5 Januari 1960, Broer Tumbelaka Tiba di Manado. - 5 Januari 1960, Broer Tumbelaka Tiba di Manado.

1. Pertengahan Oktober 1960, terjadi pertemuan Panglima Divisi Brawijaya (Sekarang Kodam) Kol. Soerachman dengan F.J (Broer) Tumbelaka, lahir rencana untuk memanggil pihak Permesta Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi.

2. Beberapa hari kemudian di Malang - Jawa Timur, terjadi pertemuan Asisten I Divisi Brawijaya, Overste (Sekarang Letnan Kolonel) Soetarto, Kepala Staf Divisi Brawijaya, Overste Soenarjadi, dengan Broer Tumbelaka.

3. Overste Soenarjadi beberapa hari kemudian menjadi Komandan Komando Operasi MERDEKA di Manado menggantikan Overste Mursjid.

4. Pada 21 November 1960, di Malang - Jawa Timur terjadi pertemuan Panglima Divisi Brawijaya, Asisten I Divisi Brawijaya dan Komandan Komando Operasi MERDEKA dengan Broer Tumbelaka.

5. PADA 5 JANUARI 1960, F.J. (Broer) TUMBELAKA TIBA DI MANADO DENGAN PESAWAT DAKOTA UNTUK MISI KHUSUS YANG SANGAT RAHASIA, BERTEMU DENGAN PARA TOKOH PERMESTA.


Pertemuan pertama F.J Tumbelaka (Berkacamata) dengan Tokoh besar Permesta D.J Somba di Matungkas, Tonsea pada 15 Maret 1960

6. Pada 15 Maret 1960 jam 16.35 di desa Matungkas Tonsea (sekarang Minut), di rumah kel. Polii (sekarang orang tua mantu dari Drs. Sompie SF Singal, MBA) terjadi pertemuan untuk pertama kalinya, Broer Tumbelaka dengan Daniel Julius SOMBA, salah satu pemimpin Permesta yang memegang Komando langsung terhadap pasukan terbesar di 4 WK, jumlah pasukan sekitar 25.000 prajurit.


F.J Tumbelaka (Berkacamata) dengan D.J Somba setelah Permesta kembali Ke Ibu Pertiwi
F.J Tumbelaka (Berkacamata) dengan Perwira dari Kodam Merdeka, sesaat sebelum upacara Permesta kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

7. Pada 14 April 1960, setelah melakukan hubungan dengan Panglima Divisi Brawijaya, Broer Tumbelaka menghadap MKN/ KASAD. Jendral. AH. Nasution di Jakarta.

8. Pada 25 Mei 1960, secara mendadak Broer Tumbelaka menjadi Wakil Gubernur Sulawesi Utara-Tengah dengan tugas khusus di Bidang Keamanan.


9. Pada 31 Mei 1960 jam 22.00 Wagub Sulutteng, Broer Tumbelaka, mengucapkan Pidato melalui RRI kepada Pihak Permesta.

10. Pada 9 Agustus 1960 malam, Broer Tumbelaka dengan menggunakan Kapal Bea Cukai tiba di Teluk Amurang dan dari telah laut menjelang tengah malam di jemput perahu kecil oleh pihak Permesta menuju desa Popareng untuk bertemu DJ. SOMBA, Abe Mantiri dan Wim Tenges.

SETELAH MELALUI BERBAGAI PERTEMUAN, PADA PERTEMUAN YANG KE 10, 4 APRIL 1961 di LAPANGAN UPACARA LOPANA-MALENOS MINAHASA SELATAN, BROER TUMBALAKA BERHASIL MEMPERTEMUKAN ANTARA PANGDAM MERDEKA, BRIGJEND SOENANDAR PRIJOSOEDARMO DAN TOKOH BESAR PERMESTA DANIEL JULIUS SOMBA GUNA PENANDATANGANAN PERMESTA KEMBALI KE PANGKUAN IBU PERTIWI YANG.DILANJUTKAN PANGDAM MERDEKA MENERIMA DEFILE PAKSUKAN PERMESTA YANG BERSENJATA LENGKAP.

Catatan dari DJ SOMBA, Pasukan Permesta yang "turun gunung" sekitar 25.000 personil dengan kurang lebih 7000 pucuk senjata dan 3000 orang disalurkan ke TNI Angkatan Darat. # Fakta sejarah, sejak saat itu sampai sekarang Sulut dalam kondisi aman.

Catatan ini dibuat Oleh Putra F.J Tumbelaka, Taufik Tumbelaka berdasarkan catatan dan foto pribadi alm. F.J. (Broer) Tumbelaka.


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment