Berita Terbaru

Wednesday, January 13, 2016

Dekot Manado juga curigai ada oknum provokator di SMKN 4
by Unknown - 0

KETUA Dekot Manado Noortje Van Bone bersama sejumlah legislator Manado dan Ketua Komisi IV Deprov Sulut James Karinda saat berdialog dengan sejumlah pelajar SMKN 4 Manado di sekolah setempat, Rabu (13/01/2016).(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Kisruh yang terjadi di SMKN 4 Manado, buntut dari pengusiran pelajar kepada Kepala Sekolah (Kepsek) Jeane Sanger terus berlanjut. Karenanya, menindaklanjuti persoalan itu dan aspirasi yang disampaikan perwakilan siswa SMKN 4 Manado yang mengaduh ke legislator Manado pada Selasa (12/1) lalu, maka sejumlah legislator Manado dibawah pimpinan Ketua Dekot Noortje Van Bone, Rabu (13/1) kemarin turun langsung ke sekolah yang berlokasi di Kelurahan Banjer Lingkungan V, Kecamatan Tikala. 
Tak hanya legislator Manado, namun hadir juga Ketua Komisi IV Deprov Sulut James Karinda yang tak lain legislator dapil Sulut, ikut bersama-sama melakukan kunjungan. Tujuan kunjungan ini untuk menyejukkan suasana yang ada di sekolah tersebut, terkait dengan sudah ada kelompok-kelompok antara guru yang pro dan kontra terhadap kepala sekolah. 
Anggota Komisi D Dekot Manado, Abdul Wahid Ibrahim yang juga turut serta dalam turlap tersebut mengatakan, saat meminta konfirmasi kepada Kepsek Jeane Sanger menjelaskan, bahwa Sanger tidak pernah meminta uang kepada para siswa. “Dirinya menjelaskan bahwa dia tidak pernah menyuruh, persoalan yang terjadi di sana menurut keterangan kepala sekolah bahwa nanti setelah dilakukan permintaan kepada siswa oleh beberapa oknum baru mau disampaikan kepada kepala sekolah. Dan sudah meminta kepada oknum guru untuk mengembalikan uang yang diminta,” ujar Ibrahim. 
Menurutnya, Kepsek sendiri sudah pernah diperiksan oleh Ombudsman. “Dirinya juga sudah diperiksa oleh Ombudsman, karena persoalan ini sudah dari Agustus 2015 lalu, dan tidak ada indikasi ada melakukan pelanggaran seperti apa yang disampaikan oleh siswa-siswa,” tambah Ibrahim.
Sementara, Van Bone mencurigai ada tindakan provokasi yang dilakukan oknum guru, sebagaimana juga dicurigai Penjabat Walikota Royke Roring. “Kalau dari kacamata Dekot kami melihat memang ada tindakan provokasi dicurigai ada yang memprovokasi oknum guru, mudah-mudahan dalam waktu dekat kami juga bisa mendapatkan siapa yang kira-kira memprovokasi murid-murid termasuk guru-guru yang ada,” ujarnya. 
Kemudian juga ada usulan ada beberapa guru yang juga ada hasil laporan dari rekan guru lainnya ini masih ada proses penyelidikan dari Dinas Pendidikan. Lebih lanjut, Van Bone mengatakan, Dinas Pendidikan sudah menugaskan Pelaksana Harian (Plh) Kepsek di sekolah tersebut. “Supaya sekolah ini bersih dari semuanya, kepala sekolah juga sudah diganti dan ada juga beberapa guru yang akan dipindahkan, agar supaya guru yang datang di situ sudah tidak bermasalah lagi. Mulai besok (hari ini, red) kegiatan belajar mengajar kembali dimulai sebagaimana mestinya,” tandas srikandi cerdas Partai Demokrat ini.
Sebelumnya, saat dicegat wartawan di kantor Walikota Manado pada Selasa (12/1) siang, Sanger menegaskan terkait penolakan yang dilakukan terhadap dirinya yang kembali dipercaya menjabat Kepsek SMKN 4 Manado, mencurigai ada yang memprovokasi para siswa. “Saat saya masuk (ke SMKN 4, red) tanggal 7, malah saya diusir oleh anak-anak, dan itu pasti ada provokasinya,” tukasnya. Ditanya kembali apakah ada yang menggerakkan pelajar supaya menolak dirinya, Sanger tak membantah. “Pasti ada, ya dan amin. Saya merasakan pasti ada,” ungkap Sanger seraya menyebut nama Mike Rogi.(wan)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Kamis, 13 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment