Berita Terbaru

Wednesday, January 20, 2016

5 perempuan direkrut di Jabar, diamankan di Bitung
by donwu - 0

PELAKU dan para korban trafficking saat digiring ke Mapolda Sulut, untuk menjalani pemeriksaan.(foto: oby/sk)
MANADO, SMCOM—Polda Sulut terus membongkar praktek perdagangan orang yang marak berlaku di daerah ini. Di awal tahun 2016 ini, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Rerkrimsus) menorehkan keberhasilannya dengan mengamankan 1 pelaku bersama 5 orang wanita yang akan dijual ke lelaki hidung belang. Pelaku bersama korban kini menjalani pemeriksaan penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Dit Reskrimsus, di bawah pimpinan Kasubdit AKBP Arya Perdana.
Dir Reskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Hilman SIK SH MH menjelaskan, pelaku dan korban masih dimintai keterangan penyidik untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Diduga, pelaku yang berasal dari Nabire, Papua Barat, memiliki jaringan besar dengan merekrut para korban di sejumlah daerah untuk dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK).
“Kita mendapat informasi dan melakukan penyelidikan. Satu pelaku trafficking dikenakan Pasal 2 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan manusia dimana tersangka merekrut para korban di Jabar. Korban yang direkrut akan dikerjakan di Nabire. Kita sementara proses dan amankan sejumlah barang bukti. Setelah kita periksa, ternyata para korban akan dipekerjakan sebagai PSK,” ujar Hilman, Selasa (19/1/2016) di Mapolda Sulut. 
Penangkapan ini dilakukan penyidik Dit Reskrimsus, Senin (18/1/2016) malam di Pelabuhan Samudera Bitung. Awalnya petugas menerima laporan adanya kecurigaan kelompok wanita, yang diduga akan dijual ke luar daerah. Dari informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dengan mengawasi gerak-gerik tersangka dan para korban. Tak menunggu waktu lama, tersangka berinisial MM alias Mimi (34) dan korban yang akan berangkat ke Nabire langsung diamankan. Petugas turut menyita sejumah barang bukti (babuk) dan selanjutnya digiring ke Mapolda untuk menjalani pemeriksaan.
“Babuknya ada KTP, tiket perjalanan, dokumen penumpang. Kita akan melakukan pengembangan, namun untuk unsur perdagangan manusia kita dapati disini. Korbannya ada orang Jabar yakni Subang, Indramayu, Pamandokan dan Jakarta. Pelakunya tinggal di Nabire. Kemudian tindak lanjut kasus ini, kita melakukan proses penyidikan terhadap tersangka dan memulangkan korban ke tempat asal,” jelas Hilman.
Ditambahkannya, bahwa praktek trafficking merupakan kasus yang menjadi attensi untuk diungkap. Hilman pun meminta kerjasama dari elemen masyarakat, untuk memerangi kasus tersebut. “Segera laporkan jika melihat ada indikasi trafficking. Kita jaga generasi kita untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.(oby)

Selengkapnya bisa dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Rabu, 20 Januari 2016.

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment