Berita Terbaru

Tuesday, December 29, 2015

Tindi :  "Hate Speech", Polda Periksa Penjabat Gubernur
by noberd losa - 0

MANADO,SMO.COM - Polda sulut ditantang memanggil penjabat gubernur Soni Sumarsono terkait pernyataan Sumarsono yang dinilai oleh ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulut Jim Robert Tindi sebagai peenyataan pimpinan daerah yag asal bunyi dan provokatif sehingga menimbulkan rasa tidak aman terhadap warga sulut.
”Sebagai pejabat daerah Pak Soni Sumarsobo terlalu terburu-buru dan over dalam menyikapi sesuatu. Lihat saja soal oknum yang diduga anggota ISIS ditemukan di Kota Tomohon, padahal saat diselediki Adolf bukanlah anggota ISIS. Kami menilai Gubernur Sumarsono asal ‘bunyi’ (Asbun) dan provokatif dalam merespon hal ini,” ujar Tindi tegas.
Aktivis muda yang dikenal vokal ini mengingatkan agar Gubernur Sumarsono lebih bijak lagi memberikan pernyataan dimedia massa.
"Polda sulut harus mengambil sikap, jangan tebang pilih menegakan hukum, jangan karena dia (Sumarsono,Red) punya jabatan sehingga tidak berani mengambil tindakan," tutur Tindi.
Apalagi, kata Tindi jelang perayaan tahin baru seorang Soni Sumarsono harus memahami kebutuhan masyarakat Sulut tentang pentingnya keamanan dan kenyamanan.
”Jangan karena pernyataan Soni Sumarsono membuat warga Sulut panik dan kondisi masyarakat menjadi kacau, harusnya beliau sebagai Gubernur memberikan pernyataan yang menenangkan warga, bukan membuat warga ketakutan, mari kita jaga keamanan di Sulut,” ucap Tindi tegas. 
Untuk diketahui, pernyataan Pejabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Soni Sumarsono yang menyampaikan tentang dugaan adanya masyarakat Kota Tomohon Sulut yang terlibat kelompokIslamic State of Irak and Syria (ISIS) mendapat kecaman para aktivis muda Sulut. Pasalnya, pada Sabtu (19/12/2015), dimuat disejumlah surat kabar lokal, diantaranya koran Kawanua Post dan Sulut Post tentang pernyataan Gubernur Sumarsono pada saat penyerahan DIPA APBD 2016 di Bumi Beringin Manado.
Saat itu, dihadapan wartawan, Gubernur menyampaikan bahwa telah teridentifikasi adanya seorang warga Tomohon yang sudah bergabung dengan ISIS dan telah tertangkap. Padahal, berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon, Daniel Pontonuwu lelaki yang berinsial ”AM” (Ova Joberth Memuk) alias Adolf bukanlah anggota ISIS, melainkan warga yang lahir di Tomohon dan menjadi TKI, yang bekerja di Arab Saudi melalui Dinas Ketenagakerjaan DKI Jakarta. Artinya, Gubernur disebut Tindi terlalu terburu-buru menyampaikan pernyataan ke media massa.(Obe)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment