Berita Terbaru

Monday, December 21, 2015

Terancam Tak Selesai, Pekerjaan Pasar Kotabunan 9,8 M Juga Tak Beres
by donwu - 0

Bangunan Pasar Kotabunan pekerjaannya terlihat asal-asalan. Dimana selain menggunakan pasir pantai, juga tak miliki papan proyek.(foto: faruk/sk)
BOLTIM, SMOcom—Pekerjaan bangunan Pasar Kotabunan dengan pagu anggaran sebesar Rp9,8 miliar yang bersumber dari dana Tugas pembantuan (TP) pemerintah pusat, disorot sejumlah warga. Pasalnya, fakta dilapangan pekerjaan bangunan baru mencapai 60 persen, sehingga terancam tak akan selesai. Begitupula dengan proses pekerjaan, terlihat amburadul dan asal-asalan karena menggunakan material pasir pantai.  
Pantauan Swara Kita Minggu (20/12/2015), pekerjaan bangunan pasar ini sepertinya tak rampung 100 persen mengingat tenggang waktunya tinggal sepuluh hari lagi tahun 2016. Artinya, dengan kondisi bangunan yang ada sekarang, maka Pasar Kotabunan dengan pagu mencapai Rp 10 miliar ini, pekerjaannya akan berhenti sendiri sesuai dengan waktu yang ada. 
Begitu juga penggunaan material. Diduga ingin cari keuntungan besar, pihak kontraktor sengaja gunakan pasir pantai. Sebab hal ini diakui langsung oleh para pekerja bagunan pasar tersebut. "Ya betul pasir yang kami gunakan untuk pemasangan tehel lantai dan plester bangunan, itu menggunakan pasir pantai," aku sejumlah pekerja pasar Kotabunan, yang tak mau nama mereka disebutkan.  
Sementara warga Kotabunan menduga, penggunaan material pasir pantai ini sejak pembangunan pasar dimulai. "Kami menduga sejak bangunan pasar dimulai dari pondasi, materialnya sudah menggunakan pasir pantai. Tidak menggunakan pasir kali sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada, " ujar warga Kotabunan, Beny Budiman. Diduga ini sengaja dilakukan oleh kontraktor, karena ingin keuntungan besar. Mirisnya lagi kata Budiman, bangunan telah berlangsung beberapa bulan, namun papan proyeknya tak pernah kelihatan.
Sayangnya pihak kontraktor ketika dikonfirmasi tak memberikan penjelasan. Pasalnya, ketika ditemui dilokasi, batang hidung kontraktor tersebut tak berada ditempat. Anehnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Pemkab Boltim, Muhtar Limbanadi ketika dikonfirmasi Minggu (20/12/2015) malah berkelit. Kata dia bahwa pasir pantai yang digunakan di pasar tersebut, itu telah direndam. Sehingga bisa digunakan pada bangunan. Soal progres bangunan menurut dia juga, sudah mencapi 90 persen.(rux)

Bisa Juga Dibaca di SKH Swara Kita, Edisi Senin 21 Desember 2015


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment