Berita Terbaru

Sunday, December 20, 2015

Soal Pilkada Manado, Ini Jawaban KPU Sulut
by donwu - 0

Ilustrasi.
MANADO, SMOcom—Janji Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono bahwa pelaksanaan Pilkada Manado digelar Senin (21/12/2015) besok, hanya kabar yang menjadi kabur. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut Vivi George yang dimintai keterangan tidak bisa memberikan jawaban pasti, karena menurut dia KPU Sulut juga sementara menunggu petunjuk atasannya di pusat yakni KPU RI. “Kami tunggu perintah KPU RI,” jawab Geoarge singkat, Minggu (20/12/2015) sore.
Komisioner KPU Sulut lainnya Zulkifly Golonggom, saat dikonfirmasi terpisah mengaku pihaknya sementara berada di Jakarta. "Kami saat ini sementara berada di Jakarta mendampingi KPU Manado Untuk mengkonsultasikan ke KPU RI terkait putusan PTTUN. Dan hingga kini belum ada putusannya seperti apa. Jika ada perkembangannya selanjutnya, akan kami sampaikan," ujar Golonggom.
Adapun Komsioner KPU RI Arief Budiman sebelumnya menegaskan bahwa Pilkada Manado bersama empat daerah lainnya di Indonesia yang tertunda dipastikan takkan dilaksanakan tahun 2015 ini. Sebab, proses hukum di pengadilan belum selesai. "Kemungkinan besar di 2016. Karena sampai hari ini kita belum tahu isi putusan di tiga daerah dan isi putusan kasasi untuk dua daerah," kata Arief di Kantor KPU Pusat. Dia mengatakan, pilkada untuk lima daerah tersebut akan dilakukan 14 hari setelah putusan pengadilan final. Meski begitu, ia mengaku, waktu 14 hari sangat mepet untuk melakukan persiapan pilkada. 
Persiapan yang dilakukan, di antaranya adalah persiapan formulir dan surat suara, sosialisasi ke masyarakat hingga kemungkinan memproduksi logistik kampanye. Namun, hal tersebut sangat tergantung pada ketersediaan anggaran. "Waktu yang dibutuhkan sebetulnya 14 hari sudah sangat mepet. Kalau 14 hari dengan asumsi seluruh anggaran tersedia. Kalau anggaran ternyata kurang, kita kan belum tahu," ucap Arief. 
Jika anggaran kurang, menurut Arief, maka tak menutup kemungkinan pelaksanaan pemungutan suara di lima daerah tertunda tersebut bisa molor. "Kalau kurang maka dibutuhkan waktu lagi untuk pembahasan dengan pemerintah daerah. Nah kalau pembahasan baru dilakukan Januari, itu makin menjadi berat lagi karena tahun anggaran sudah selesai," kata dia.(dwa/kom/skh-swarakita)

Bisa juga dibaca di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com 
Edisi Senin 21 Desember 2015

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment