Berita Terbaru

Monday, December 21, 2015

Pria Gorontalo Diciduk di Rumah Selingkuhan yang Lagi Hamil
by donwu - 0

Dirreskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi.(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Cyber Crime atau kejahatan melalui media sosial maupun elektronik, hingga kini menjadi bidikan serius aparat kepolisan untuk ditangani. Terbukti, salah satu kasus berhasil diungkap Tim Manguni Polda Sulut. Kali ini, lelaki RN alias Rahmat (33), warga pendatang berasal dari Gorontalo, Senin (21/12/2015), diamankan karena melakukan aksi kejahatan di dunia maya dengan menebarkan fitnah dan ancaman hingga berbuntut keluarga korban terjadi perceraian.
Informasi yang dirangkum menyebutkan, berdasarkan laporan dari perempuan NS, dimana korban sebulan terakhir sering terima SMS yang berisi ancaman serta fitnah bahwa suami korban mempunyai selingkuhan dan anak di luar nikah. Karena merasa terganggu dan isi SMS tersebut dirasa tidak benar, maka korban melaporkan kasus ini ke Polisi.
Berdasarkan Laporan Polisi (LP) tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Pitra Ratulangi memerintahkan Tim Manguni Cyber (TM C) yang dipimpin AKP Frely Sumampouw, untuk mengungkap siapa pelakunya. Lalu dilakukan pendalaman secara cyber, dan akhirnya mengarah kepada seseorang yang selama ini dikenal bernama Angky Mantiri. Rupanya nama yang dipakai pelaku adalah palsu. Sontak saja, TM C mengunci target lalu melakukan pengejaran bersama Polsek Kawangkoan. Alhasil, pelaku berhasil ditangkap di Kawangkoan Minahasa, di rumah pacarnya bernama YP alias Yanti, yang merupakan wanita idaman lain (WIL) atau selingkuhannya sedang hamil 8 bulan.
“Setelah dilaksanakan pemeriksaan, ternyata identitas tersangka yang sebenarnya bukan Angky Mantiri tapi aslinya inisial RN, warga Gorontalo. Bukan hanya itu saja, hasil pengembangan ternyata tersangka RN ini adalah bagian sindikat pencopet kelompok Panigoro cs. Selama ini beraksi di kompleks pertokoan Manado dan pernah diproses Reskrim Polresta Manado,” ungkap Ratulangi.
Ditambahkannya, dalam kasus ini tersangka melancarkan aksi dengan mengancam dan memfitnah korban melalui SMS. Dibeberkan Ratulangi, nomor HP diperoleh tersangka saat pelaku berpura-pura sebaga teknisi service HP. “Selain korban NS ini ada juga korban lainnya,  yang hingga saat ini sudah teridentifikasi Tim Manguni ada sekitar 20 orang. Saat ini Tim Manguni mendalami adanya info perbuatan tersangka yang merusak rumah tangga orang, dengan modus kirim sms serupa,” pungkasnya.(oby)

Baca Juga di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Selasa, 22 Desember 2015

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment