Berita Terbaru

Monday, December 21, 2015

Polisi Gadungan Jual Mobil Rental dan Peras SPBU
by donwu - 0

Pelaku penipuan, penggelapan dan pemerasan berhasil diciduk Tim Manguni Senin (21/12/2015).(foto: oby/sk)
MANADO, SMOcom—Jelang perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, pelaku kejahatan di daerah ini terus menggeliat. Berbagai cara pun dilakoni guna meraup keuntungan. Sayangnya, kelihaian pelaku beraksi harus terhenti ketika aparat kepolisian memburunya. Buktinya, lelaki HW alias Harry (43), warga Desa Tompaso Baru, Minsel, Senin (21/12/2015), diringkus Tim Manguni Polda Sulut, karena melakukan penipuan, penggelapan dan pemerasan. Menariknya untuk melancarkan aksi tersebut, Harry harus merubah sikap dan menjadi seorang aparat kepolisian berpangkat Perwira Menengah (Pamen).
Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Pitra Ratulangi SIK SS MM, ketika dikonfirmasi mengatakan, pelaku diduga sudah lama melakukan aksinya. Ratulangi menyatakan, dari informasi dan laporan warga, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas dan keberadaan pelaku. “Dia (pelaku, red) ditangkap tadi siang (kemarin, red) di salah satu perumahan di wilayah Mapanget. Pelaku saat itu bersama seorang perempuan. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti yang dipakai pelaku saat beraksi,” ujar Ratulangi.
Dari pantauan wartawan, pelaku memang terlihat seperti anggota Polri. Badan tegap, muka agak garang dan cara bicara yang tegas.  Belum lagi topi Perwira Polri yang dikenakannya, beserta pistol yang diisi di sarung. Tampang dan penampilannya itulah yang membuat sejumlah orang menjadi korbannya. Mengaku sebagai Perwira di Polda Sulut, ia menipu para korbannya.  
Tim Manguni Polda Sulut di bawah pimpinan Kanit tim Charlie, AKP Frelly Sumampow, meringkusnya di Villa Mutiara, Perum Permata Klabat II, Blok E 2 nomor 23, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Senin (21/12) siang. Tersangka diringkus saat membawa mobil Datsun putih bernomor polisi DB 1054 LB putih. Di dalamnya, ia bersama seorang wanita yang adalah simpanannya. Barang bukti berupa senapan angin, sarung pistol dan topi Perwira Polisi diamankan.  Pengakuan sopir truk ini, topi Perwira Polisi yang dipakainya saat beraksi adalah milik anggota Polda Gorontalo yang tertinggal ke dia. Sementara untuk pistol dan sarungnya ia beli. Untuk senapan angin, katanya dipinjam ke temannya. “Mobil Avanza hitam sudah saya jual Rp30 juta di Kotamobagu dan sudah dihabiskan dengan wanita simpanan saya. Saya khilaf. Anak saya tiga, sudah saya tinggalkan tiga bulan lalu pada ibu mereka,” ujarnya saat dimintai keterangan. 
Sementara itu, Siswoyo, warga Kombos Timur Lingkungan V, yang adalah pemilik Avanza hitam itu, mengaku tersangka meminjam mobil miliknya pada 2 Desember 2015 lalu, dengan mengaku sebagai anggota Intel Polda Sulut. “Saat itu sopir saya mangkal di Pasar 45. Sopir saya minta tanda pengenalnya. Dia mengaku malu kalau kasi, karena semua polisi mengenalnya. Dia lalu pakai jaminan temannya bernama Boy Pangemanan. Pas hari ketiga sudah habis masa sewa, saya telpon dan katanya segera dikembalikan. Lalu saya telpon lagi, dan hingga kini tak aktif," terangnya. 
Selain menipu dengan mengaku polisi, tersangka sebelumnya juga memainkan ilegal logging dan doger anjing. Ia juga beberapa kali mengaku sebagai polisi pangkat AKP, kemudian meminta uang di SPBU. “Tim Manguni sedang memburu barang bukti lainnya.  Kemungkinan tersangka tak beraksi sendiri. Sedang kita kembangkan,” jelas Ratulangi.(oby)

Baca Juga di SKH Swara Kita dan e-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Selasa, 22 Desember 2015
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment