Berita Terbaru

Friday, December 18, 2015

Pelaku Pembunuhan PNS PU Tomohon Diringkus Saat Tidur
by donwu - 0

PELAKU JK alias Jerry berhasil dibekuk Tim Manguni Polda Sulut dan Resmob Polresta Manado, Kamis (17/12/2015) saat bersembunyi di wilayah Tompaso Kawangkoan, Minahasa.(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Pelarian pelaku pembunuhan yang menewaskan Ivan Rau (39), warga Malendeng Lingkungan VIII, Kecamatan Paaldua, akhirnya kandas. Selama dua hari menghindar dari kejaran polisi, Kamis (17/12/2015) pelaku akhirnya berhasil ditangkap Tim Manguni Polda Sulut bersama Tim Resmob Polresta Manado. pelaku JK alias Jerry (30an), warga Pakowa, Lingkungan IV, Kecamatan Wanea ini, tak berkutik saat diringkus petugas.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi SIK SS MM, ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersangka pembunuhan tersebut. Dikatakannya, pengejaran hingga tertangkapnya tersangka, dilakukan setelah tim yang dipimpin Ipda Remon Sandewa mendapat informasi identitas tersangka. Saat itu tersangka berada di salah satu tempat persembunyian di wilayah Tompaso Kawangkoan, Minahasa, dan langsung diringkus petugas sekitar pukul 05.30 Wita, saat pelaku tertidur pulas. “Kita sudah tangkap tersangkanya, kemudian sudah diserahkan ke Polsek Tikala. Dari pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya membunuh korban karena motif kesal,” ujar Ratulangi, di ruang kerjanya.
Kapolsek Tikala Iptu Johanes Pagayang mengatakan, motif kejadiannya terjadi permasalahan antara korban dengan pelaku yang pernah menjanjikan pekerjaan proyek kepada tersangka. Korban telah menerima uang dari tersangka dengan harapan diberikan proyek. “Sampai proyek itu dikerjakan orang, dan tersangka tidak mendapatkan proyek, karena tersangka sudah memberikan uang kepada korban. Tersangka meminta untuk dikembalikan uangnya puluhan juta. Setiap tersangka menagih, korban menjanjikan dengan sejuta janji akan mengembalikan secara bertahap namun korban ingkar janji. Disitu tersangka kesal dan kemudian menikam korban,” jelasnya.
Sementara itu, pelaku mengaku bahwa dirinya menikam korban karena tidak memberikan proyek kepadanya. Pelaku mengatakan dirinya naik pitam menikam korban karena hutang dari bulan Juli 2015 senilai Rp 95 juta tak kunjung dilunasi oleh korban. “Saya sudah mabuk saat itu miras di Maumbi, saya sudah khilaf, Pisau memang sudah saya bawa dari rumah. Saya biasa terima proyek, karena korban menjanjikan proyek, ternyata bukan saya yang dapat proyek itu,” katanya sembari dibawa petugas ke dalam mobil.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa penikaman terjadi tepatnya di Kelurahan Malendeng, sekitar pukul 20.00 Wita, Selasa (15/12/2015) lalu. Korban yang diketahui sebagai PNS di Dinas PU Tomohan itu, dihujani 7 luka tusukan di sekujur tubuhnya tepatnya di bagian kepala, dada, perut sebelah kiri. Korban kemudian dibawah ke RS Adven dan dirujuk di RS Kandow Malalayang karena mengalami luka serius. Awalnya, pelaku menagih kembali uangnya di rumah korban. Akan tetapi, sudah beberapa kali ditagih korban menjanjikan akan dikembalikan secara bertahap memberikannya, malah korban sempat memarahi pelaku. Merasa didustai, maka korban pun menikam korban. Usai menikam korban, pelaku langsung melarikan diri. Hingga korban yang mendapat perawatan medis, akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Rabu (16/12/2015) kemarin, sekitar pukul 13.00 Wita.(oby/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment