Berita Terbaru

Monday, December 21, 2015

“Panas... Panas..., Kepala Ini Pusing”
by donwu - 0

KILAS BALIK MANADO 2015
Oleh: Donny Wungow.

oh.. ku hanya bisa menahan perasaan...
oh.. semua karena kelakuan nakalmu...
panas panas panas panas badan ini...
pusing pusing pusing pusing kepala ini...

PENGGALAN lirik lagu yang dipopulerkan group band GIGI di atas menggambarkan kondisi Manado sepanjang tahun 2015 ini. Ya, musim panas yang melanda Manado dan sekitarnya kurang lebih delapan bulan lamanya, berbanding lurus dengan suhu politik yang terjadi di Ibukota Provinsi Sulut ini.
Kendati (rencananya) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado digelar serentak 9 Desember 2015 bersamaan dengan Pilkada Sulut dan Pilkada Kabupaten/Kota lainnya, namun figur-figur calon pemimpin Manado 2015-2020 mulai bermunculan sejak awal 2015. Namun dari puluhan nama yang mencuat ke permukaan, hanya 10 nama (5 pasangan calon) yang sampai ke meja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado untuk mendaftar. Dan seiring waktu pula, satu pasangan calon dinyatakan gugur karena tidak memenuhi syarat, sehingga KPU pun hanya menetapkan empat pasangan calon yang bertarung dan mendapat nomor urut peserta Pilkada.
Dari situlah pertarungan dimulai, dimana para pendukung dan simpatisan para calon mulai melancarkan strategi dengan mencitrakan pasangan calon masing-masing, atau bahkan melancarkan serangan yang menjatuhkan pasangan calon lainnya. Media sosial (medsos) pun menjadi tumpahan kegamangan para pendukung calon, ketika tak bisa menembus ketatnya media massa. Dan yang paling mencolok, ketika Calon Walikota incumbent menjadi sasaran tembak lawan politik, dengan mencari cela bagaimana mematahkan polularitas dan elektabilitas yang dimilikinya hingga saat ini.
Situasi politik pun terasa makin panas ketika salah satu pasangan calon juga ikut digugurkan dengan alasan masih terkait kasus yang disandang sang Calon Walikota, yang pada akhirnya berujung ke meja hijau Pengadilan. Imbasnya, Pilkada Manado tidak lagi dikatakan serentak, karena harus dilakukan terpisah dan belum tahu kapan digelar. Hal ini pun membuat masyarakat, khususnya para pasangan calon hanya bisa menahan perasaan, yang pada akhirnya bikin panas badan dan pusing kepala ini.
Terlepas dari panasnya suhu politik itu, Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) telah menorehkan berbagai prestasi, karya dan terobosan untuk kemajuan Manado. Lewat konsep visi Manado Ekowisata, tahun kelima kepemimpinan GSVL tetap mempertahankan 8 program unggulan yang semuanya bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat, seperti program pengobatan gratis bagi warga Manado lewat Program Universal Coverage (UC), Program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL) Mapalus, Program Santunan Duka bagi warga yang meninggal dunia sebesar Rp2,5 juta, Peningkatkan Honor Petugas Kebersihan menjadi Rp2 juta per bulan, Peningkatan Insetif bagi para Rohaniwan menjadi Rp1 juta per bulan, Peningkatan upah Kepala Lingkungan (Pala) menjadi Rp2,25 juta per bulan, Program Bantuan Pendidikan bagi siswa yang kurang mampu, serta Kenaikkan Tunjangan kerja bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Manado.
Prestasi Pemkot Manado sebagai salah satu kota percontohan di Indonesia, mendorong sejumlah Pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia datang belajar bagaimana menciptakan dan menjalankan program pro-rakyat sebagaimana yang dicetuskan Walikota GSVL, mengelola keuangan yang baik dan benar, hingga transparansi ABPD yang bisa diakses langsung oleh masyarakat luas di web Pemkot Manado. Perencanaan Pemkot Manado yang telah berbasis Teknologi Informasi (IT) seperti sistem e-Musrenbang yang menampung aspirasi-aspirasi masyarakat dari Kelurahan, Kecamatan, dan Kota; sistem e-Sakip dan e-Monev yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja dari setiap SKPD di Manado serta Publikasi APBD Manado yang terinci sampai dengan DPA masing-masing SKPD. 
Imbasnya, dengan transparansi tersebut, membuat Manado kebanjiran investasi, bukan saja dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri. Bahkan dua kota besar di dunia, Kota Liverpool Inggris dan Kota Qingdao Tiongkok, melirik Manado untuk dijadikan Sister City. Tujuannya adalah membangun kerjasama di berbagai bidang, yang ujung-ujungnya saling menguntungkan satu dengan lainnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai dan aturan yang berlaku di Indonesia. Kendati semua ini bisa bikin pejabat pusing, namun tekad mensejahterakan rakyat Manado itu yang paling utama.
Penulis mohon maaf karena kilas balik 2015, khususnya perjalanan Pemkot Manado ini belum lengkap, namun memori-memori ada pada pembaca masing-masing. Akhirnya, selamat Hari Natal Yesus Kristus 25 Desember 2015, dan selamat menyambut Tahun Baru 2016. Syaloom, Damai di Hati.(*)

Bisa juga dibaca di SKH Swara Kita dan E-Paper www.swarakita-manado.com
Edisi Senin 21 Desember 2015
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment