Berita Terbaru

Friday, December 4, 2015

Mubasir, Usulan Ranperda Budaya Mandek kuras uang rakyat
by noberd losa - 0

Ilustrasi Budaya Sulut

MANADO, SMO.COM - DPRD Sulut melalui Badan Legislasi (Baleg) Selasa 6 Oktober bulan, telah menggelar Public Hearing, Forum Group Discussion (FGD), menghadirkan para pakar di bidang bahasa dan budaya serta stake holder terkait.
Namun sayangnya sampai saat ini tak menunjukan akan adanya pembahasan lanjutan padahal awal kegiatan public hearing tersebut telah memakan biaya mencapai ratusan juta rupiah.
Sejak awal memang telah terlihat geliat pembahasan usulan pembentukan ranperda Budaya penuh muatan politik.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Hukum Gledy Kawatu SH MH menegaskan, membuat ranperda tidaklah muda.
Dirinya mengusulkan pembuatan perda dikembalikan ke kabupaten/kota yang ada. "Adalah lebih baik jika hal ini dibuat di kabupaten/kota," ungkap Kawatu.
Kehadiran Ranperda ini dinilai sangat tepat untuk perlindungan terhadap budaya Sulut yang mulai terkikis oleh perkembangan jaman.
Reiner Ointoe budayawan Sulut mengungkapkan, mereka berharap pemerintah segera mungkin membuat Perda terkait bahasa dan budaya daerah.Jika tidak dilakukan bahasa daerah akan sergera punah. Dengan demikian bahasa daerah akan diteruskan menjadi kurikulum di sekolah-sekolah yang ada di Sulut.
Begitupun dengan memahami budaya setempat di Sulut. "Mengenai bahasa di Sulut alkalau tidak dikembangkan akan segera punah, makanya nanti ini akan menjadi acuan ke sekolah-sekolah," paparnya.(Obe)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment