Berita Terbaru

Wednesday, December 30, 2015

KPU Baru Umumkan Pilkada Susulan 2 Daerah, Manado Kapan?
by donwu - 0

Ilustrasi.
JAKARTA—Janji Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk mengumumkan jadwal Pilkada susulan untuk lima daerah di Indonesia, termasuk Manado, Selasa (29/2/2015) hari ini belum bisa dilakukan. Pasalnya, KPU baru memutuskan penyelenggaraan Pilkada susulan untuk dua daerah yakni Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kabupaten Fak-Fak Papua, digelar pada Januari 2016 mendatang.
Untuk penentuan tanggal pelaksanaan pemungutan suara, KPU pusat akan memberikan kewenangan penuh kepada KPU daerah masing-masing. Adapun Pilkada Manado belum juga diumumkan, karena harus menunggu dulu keputusan Mahkamah Agung (MA) atas gugatan Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud karena dikasasi KPUD Manado.
“Pilkada Kalteng dan Fak-Fak karena sudah ada keputusan tetap, maka kita mengeluarkan perintah kepada teman-teman di Kalteng dan Fak-Fak, pertama, agar kita menyelenggarakan pemungutan suara pada bulan Januari tahun 2016 di hari libur atau hari yang diliburkan,” ujar Komisioner KPU Arief Budiman di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Terkait tanggal pelaksanaan pemungutan suara, kata Arief, pihaknya menyerahkan penentuannya kepada teman-teman di daerah. Pasalnya, kondisi di setiap daerah itu berbeda-beda. “Kalau ditentukan dari Jakarta, nanti akan punya implikasi yang bisa berbeda-beda juga terkait dengan kesiapan mereka,” jelasnya.
Arief juga mengatakan untuk melaksanakan pemungutan suara pada bulan Januari tersebut, KPU Pusat akan memberikan petunjuk agar KPU di dua daerah ini mengubah keputusan mereka tentang Jadwal, program dan tahapan yang sudah disusun sebelumnya pada saat pemilihan 9 Desember. Menurutnya, SK terkait jadwal, program dan tahapan Pilkada harus diubah dulu.
Dia menambahkan KPU setempat harus mengidentifikasi beberapa hal terkait penyelenggaraan pilkada di Kalteng dan Fak-Fak. Pertama adalah anggaran, apakah masih cukup atau tidak. “Kalau masih kurang, segera dikomunikasikan dengan pemerintah daerah, karena tanggal pemungutan suaranya kita targetkan dilaksanakan bulan Januari,” papar dia.
Kedua adalah logistik pilkada. KPU di dua daerah ini harus mengidentiifikasi logistik mana saja yang masih bisa digunakan, logistik apa saja yang kurang atau sudah tidak bisa lagi digunakan sehingga diproduksi kembali. “Ketiga, mereka harus melakukan pengecekan terhadap penyelenggara pemilu tingkat ad hoc. Jadi, ada PPK, PPS dan KPPS. Apakah mereka semua masih menemui syarat atau tidak,” tambah dia.
Jika penyelenggara tingkat ad hoc masih memenuhi syarat, maka langsung bisa ditugaskan kembali untuk melaksanakan pemungutan suara pada bulan Januari nanti. Namun, kalau petugas ad hoc-nya tidak memenuhi syarat, maka mereka harus diganti. “Keempat, kita minta pada mereka (KPU di daerah) melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait tanggal pemungutan suara yang baru,” pungkas Arief.(bsc)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment