Berita Terbaru

Monday, December 14, 2015

Keluarga GSVL Bantu Kebakaran di Sakobar
by donwu - 0

Prof Paula Lumentut-Runtuwene saat mengunjungi korban kebakaran di Sakobar, Senin (14/12/2015) malam, dan menyalurkan bantuan.(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Empat hari pasca kebakaran di Kelurahan Sario Kotabaru (Sakobar), Kecamatan Sario, keluarga yang korban kebakaran masih tinggal menumpang di tetangga dan keluarga dekat. Kondisi ini sangatlah memprihatinkan, karena barang dan harta benda ikut terbakar. Melihat kondisi ini, Prof Paula Lumentut-Runtuwene, kembali mengunjungi korban tersebut di pengungsian pada Senin (14/12/2015) malam. Secara mendadak, istri GS Vicky Lumentut (GSVL) ini mengunjungi warga dan terlibat perbincangan dengan warga. 
Dalam perbincangan dengan warga, Prof Paula mengatakan turut prihatin dengan kejadian ini. Bahkan saat kunjungan tersebut, Enci Paula juga menemui beberapa korban luka bakar dan ada juga ibu hamil. Tak ingin berlama-lama, dirinya langsung mengirim tim dokter untuk memberikan pengobatan. “Sebagai sesama warga Manado saya prihatin, demikian juga suami (GSVL, red). Karena itu, saat kejadian saya minta staf dan relawan untuk membantu warga,” ujarnya.
Dikatakannya, semua bencana tidak diinginkan, tapi sebagai umat yang percaya dirinya mengajak masyarakat khususnya korban untuki menerimanya sebagai ujian. “Apalagi kita yang sementara menyongsong hari Natal Yesus Kristus, kita harus iklas dan sabar menghadapi ujian ini,” ucap Enci Paula, seraya menyalurkan bantuan atas nama keluarga Lumentut-Runtuwene. “Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan ini, karena ini adalah bentuk kepedulian dan rasa kekeluargaan kita,” kata dia.
Enci Paula yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Manado, melalui organisasinya sudah melakukan tindakan cepat di hari kejadian kebakaran tersebut, hingga bantuan susulan Senin malam. “Tindakan yang sudah dilakukan PMI Manado saat itu adalah penyaluran makan siap saji 11 Desmeber pekan lalu. Kemudian 14 Desmeber malam, distribusi busa tempat tidur, pakaian dalam, seragam sekolah dan sepatu,” ujar Staf Kebencanaan PMI Manado Glend Lumingkewas. “Setiap perkembangan kami selalu berkoordinasi dengan para korban, rencana operasi kami PMI akan tetap memperhatikan kondisi korban,” ujarnya menambahkan.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment