Berita Terbaru

Thursday, December 17, 2015

GSVL Paparkan Konsep Pariwisata Manado, Asiku Tercengang
by donwu - 0

GS Vicky Lumentut memaparkan konsep pariwisata Manado dalam dialog interaktif KompasTv,  Kamis (17/12/2015) sore, membuat Jemmy Asiku tercengang.(foto: donny/sk)
MANADO, SMOcom—Konsep pariwisata Manado perpaduan tradisional dan modern menjadi tolak ukur pemerintahan Dr GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan (GSVL-MOR) ketika dipercayakan masyarakat menjadi Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2015-2020. Hal itu terkuak ketika GSVL diundang KompasTv/PacificTv dalam dialog interaktif yang digelar di salah satu rumah kopi di kawasan Jl 17 Agustus Manado, Kamis (17/12/2015) sore.
Dialog ini sebetulnya menghadirkan para Calon Walikota Manado, namun hanya GSVL yang hadir. Sementara Calon Walikota Harley Mangindaan hanya mewakilkan Wakilnya Jemmy Asiku (JA), sedangkan pasangan Hanny Joost Pajouw-Tony Rawung tak ada satupun perwakilan. Dialog ini sengaja mengangkat tema pariwisata, sehingga menghadirkan praktisi pariwisata yang juga Rektor STIEPAR Manado Dr Drevy Malalantang SSi SE MPd sebagai narasumber pembanding.
Ketika moderator memberikan pertanyaan kepada GSVL tentang konsep pariwisata yang akan dijalankannya kedepan, Walikota Manado 2010-2015 ini pun menjelaskan dengan gambling sehingga JA yang duduk di samping GSVL tercengan mendengarkannya. “Kita tahu bersama bahwa, Bunaken adalah ikon Manado dari dulu sampai sekarang. Namun harus diakui pengelolaan Bunaken tidak berjalan dengan baik, sehingga harus diakui juga mulai kalah dengan obyek wisata daerah lainnya di Indonesia. Padahal Bunaken sudah dari dulu dikenal dunia karena keindahan bawah lautnya,” ujar GSVL.
Kendalanya adalah, kewenangan Pemkot Manado untuk mengelolah taman laut Bunaken terbatas karena ada Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken (DPTNB). “Selama saya menjadi Walikota Manado, kewenangan kami terbatas untuk mengelola obyek wisata itu. Kenapa? Karena ada lembaga lain yang mengelolannya yakni DPTNB. Jangankan mengelola obyek wisata itu lebih baik, pemerintah saja mau bangun Puskesmas di sana (Bunaken, red) harus melalui proses yang cukup panjang. Karena itu, kedepan kami berharap supaya Bunaken jadi lebih baik maka harus dikelola Pemkot Manado,” ujar GSVL.
Kemudian GSVL pun menjelaskan soal obyek pariwisata baru apa yang menjadi konsepnya kedepan. “Kita akan mengembangkan obyek wisata dirgantara. Di gunung Tumpa sana ada sebuah obyek wisata baru yang telah dirintis belum lama ini ketika saya masih Walikota. Wisata paraglaiding atau paralayang ada di sana, indah sekali pemandanganya karena perpaduang alam pegunungan dan laut, ditambah indahnya pemandangan dari atas ketika kita bisa melihat dengan jelas pulau-pulau di teluk Manado. Dan wisata dirgantara ini sudah kita ujicoba belum lama ini dengan hajatan lomba paralayang,” terang GSVL yang lagi-lagi bikin Asiku tercengang.
Tak hanya itu, perpaduan pariwisata dengan olahraga di darat juga akan dikembangkan, antara lain olahraga yang sempat poluler di Manado yakni pacuan kuda. “Kita kembangkan olahraga pacuan kuda. Di Paniki sana kita kenal ada blue karpet. Nah itu baru awal pengembangan, karena di pinggir blue karpet itu kita telah rencanakan membangun lintasan pacuan kuda yang sudah dimulai dasri jamannya Walikota Pak Imba (Jimmy Rimba Rogi, red). Itu yang sementara kita tingkatkan, karena harus dimulai dari infrastrukturnya dulu,” ujar GSVL yang lagi-lagi bikin JA dan semua yang hadir dalam ruangan dialog terpukau.
Selain itu, masih banyak lagi hal yang diungkapkan GSVL pada kesempatan itu, termasuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan narasumber bahkan audiens. Antara lain pengembangan wisata kuliner dan lain sebagainya, yang semuanya tertuang dalam visi dan misi GSVL-MOR menjadikan Manado Kota Cerdas. “CERDAS itu ada kepanjangannya, dan konsep pariwisata kami masuk di E yakni Ekowisata,” tandas pemimpin visioner ini.
Adapun JA pada kesempatan tersebut tidak banyak membeberkan program pariwisata yang akan ditawarkannya bersama Ai, selain mengembalikan citra Bunaken yang mulai kalah bersaing dengan obyek wisata lainnya di Indonesia seperti Raja Ampat Papua dan Wakatobi Sultra. “Kami belum punya mimpi besar, tetapi mimpi kecil kami adalah mengangkat kembali Bunaken sebagai ikon pariwisata. Kita mulai dulu dari hal-hal kecil, kemudian memikirkan hal besar,” ucap JA.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment