Berita Terbaru

Monday, December 14, 2015

Dituding Masa Bodoh, GMKI-GMNI Kritisi Komisioner KPU Bitung
by Unknown - 0

Komisioner KPU Bitung.
BITUNG, SMOcom—Pasca pemungutan dan penghitungan suara di setiap TPS dan pleno rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), keaktifan beberapa personil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bitung terkesan dingin dan masa bodoh. Hal ini membuat prihatin dan perhatian serius berbagai elemen masyarakat yang sejak beberapa hari belakangan terus mengawal kerja para penyelenggara Pilkada terutama di tingkat KPU dan PPK. 
Pasalnya, sejak beberapa hari belakangan terdapat gejala pembiaran alias masa bodoh dari pimpinan KPU dan komisioner tertentu sehingga PPK bekerja terkesan tidak mendapat support dan pengawasan dari KPU. “Gejala ini kami sudah ikuti sejak beberapa hari pasca pencoblosan yang hasilnya meski baru dari riil count dan C1 yang dipegang semua saksi yang ternyata pasangan nomor 1 MaMa telah unggul dari lima paslon yang lain. Jangan sampai sikap masa bodoh ini disengaja untuk membuka peluang kelompok tertentu untuk melakukan pelanggaran. Ingat kami masyarakat terus mengawal hasil ini,” ungkap pemerhati Ketua Cabang GMKI Bitung, Meyrcilia Jacobs, Minggu (13/12/2015). 
Senada dengan Meyrcilia, Sekretaris Cabang GMNI Bitung Marthin Sompotan juga mengingatkan kepada KPU Bitung agar bekerja serius dan tidak masa bodoh sehingga terkesan sengaja dilakukan pembiaran. “Kami tahu ada oknum komisioner yang kami lihat terkesan masa bodoh. Kami minta Ketua KPU Josep Sammy Rumambi harus seriusi hal ini. Begitu pula Divisi Kampanye Selvy Rumampuk jangan sampai ada kesan KPU sengaja menutup mata bila terjadi pelanggaran dan kecurangan di PPK, sebab kami dapat informasi ada bocoran-bocoran yang masuk di paslon. Karena kami tahu C1 juga sudah dipegang oleh KPU dan hasilnya sudah diketahui jadi jangan sampai ada kesan pembocoran itu dari komisoner,” tandas Sompotan. 
Kedua aktivis mahasiswa ini meski secara terpisah sependapat jika terjadi sesuatu yang merugikan paslon pemenang, maka pihaknya akan menggelar aksi besar-besdaran menutnut tanggung jawab kepada penyelenggaran Pilkada. Rumambi dan Rumampuk dihubungi melalui ponsel masing-masing, Minggu (13/12/2015) tidak mendapat jawaban.(skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment