Berita Terbaru

Wednesday, December 16, 2015

Dirjen Otda: Pilkada Manado 2017 Tidak Masuk Akal
by donwu - 0

Dirjen Otda Kemendagri yang juga Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono.(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Tingginya konstelasi politik di Manado telah menjadi perhatian nasional. Bahkan hampir semua daerah di Indonesia memperbincangkan kekisruhan yang terjadi di Pilwako Manado ini. Karenanya, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Otda Kemendagri) Soni Sumarsono kembali angkat bicara terkait hiruk-pikuk Pilwako Manado. Ditemui di sela-sela acara pelantikan Penjabat Bupati Minsel dan Bolsel di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Rabu (16/12/2015) hari ini, Penjabat Gubernur Sulut ini menegaskan kembali kalau Pilwako Manado tetap digelar Senin (21/12/2015) pekan depan, sesuai janji yang pernah disampaikannya beberapa waktu lalu.
Bahkan dirinya mempertegas kalau sikapnya sebagai Dirjen Otda dan juga Penjabat Guernur Sulut, sama dengan sikap yang diambil penyelenggara Pilkada yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), bahkan juga Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompimda), yakni Pilwako Manado dilaksanakan 21 Desember. ”Dan saya juga sudah sampaikan ke pemerintah pusat, Mendagri dan Polri serta instansi terkait sehingga Natal di Manado tidak terganggu. Saya tidak mau Natal ada nuansa politik, supaya orang ibadah dengan baik,” ujar Sumarsono. 
Saat ditanya molornya pembacaan keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Makassar atas gugatan Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud (Imba-Boby) terhadap KPU Manado, Sumarsono hanya bisa pasrah. Dikatakannya, seharusnya putusan itu sudah dilaksanakan Senin (14/12/2015) lalu sesuai jadwal sebelumnya. “Inilah yang namanya ‘mencla-mencle’ istilah maju mundur, bagaimana ini? Tapi, bagi saya makin cepat makin baik. Dan andaikata keputusannya nanti Imba-Boby diikutksertakan malah makin baik. Buat saya itu tenang. Jika tidak, kita pasti punya pekerjaan tambahan, kalau masuk sukur kalau tidak itu keputusan pengadilan bukan keputusan kita. Tapi saya berharap 21 Desember bisa dilaksanakan,” tukas Sumarsono.
Dia kemudian berharap agar KPU tidak melakukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA), sebab akan muncul masalah baru yang muncul. “Kalau ada Kasasi, maka problemnya tahun 2016 dan itu melanggar UU. Dan kalau dilakukan 2017 mendatang, lebih tidak masuk akal lagi,” tandas Sumarsono seraya menyebutkan bahwa dirinya percaya dan setiap hari berkoordinasi dengan pihak terkait agar Pilwako Manado tetap digelar 21 Desember. 
Terkait adanya rencana aksi demo damai secara besar-besaran yang akan dilakukan masyarakat terkait penundaan Pilwako Manado ini, menurut Sumarsono itu adalah hak demokrasi. ”Soal adanya rencana unjuk rasa, silahkan sebagai bagian dari demokrasi, asal jangan anarkis. Sebab kalau anarkis itu bagian aparat kepolisian, sebab perintah Kapolda tembak di tempat,” kata Sumarsono mengingatkan. Diketahui sebelumnya, Ketua KPU Sulut Yessy Momongan memastikan agenda putusan sidang putusan PT-TUN Makassar akan dilakukan Jumat (18/12/2015) lusa.(dsw/skh-swarakita)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment