Berita Terbaru

Sunday, December 6, 2015

Diduga melakukan aksi politik uang, oknum Anggota Dewan nyaris diamuk massa
by donwu - 0

Ilustrasi.
BOLTIM, SMOcom—Oknum Anggota Dekab Boltim dari Partai Nasdem, Depal Pontoh, bersama dengan ayahnya pada Sabtu malam (5/12/15) sekitar pukul 20.00 Wita, nyaris saja dihakimi massa di Desa Buyat Kecamatan Kotabunan, karena diduga akan melakukan serangan politik uang untuk mendapat dukung suara kepada salah satu pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Boltim. 
Informasi yang diperoleh, oknum anggota dewan tersebut berasama dengan ayahnya pada malam itu menggunakan mobil dinas plat nomor polisi DB 1510 mendatangi rumah warga di Desa Buyat dengan alasan untuk mengembalikan proposal bantuan. Namun, warga yang juga sebagai pendukung pasangan Sehan Landjar-Rusdi Gumalangit, yang kebetulan pada malam itu sedang melakukan penjagaan serangan money politik, mencurigai kedatangan oknum anggota dewan di rumah warga tersebut bukan urusan proposal bantuan.
Warga menduga urusan proposal adalah modus, tetapi aksi yang sebenarnya adalah melakukan politik uang dibarter dengan suara. Sehingga warga yang kurang lebih mencapai ratusan langsung mendatangi rumah itu kemudian mencegah aksi tersebut, yang akibatnya Depal bersama ayahnya nyaris diamuk massa. Beruntung ada salah satu anggota Dekab Boltim Saptono Paputungan  yang juga warga Buyat, yang melarai aksi warga tersebut. "Saya pikir ada kejadian tabrakan, sehingga sayapun mendekati kerumanan warga tersebut. Tapi setelah dilihat, ternyata teman saya anggota dewan yang nyaris digebukan massa, saya pun langsung melarai kejadian itu, " terang Saptono.
Menurutnya, alasan kenapa warga marah dan nyaris menghakimi Depal bersama ayahnya tersebut, dikarenakan sempat keluar kata-kata yang kurang menyenangkan dari mulat Ayahnya Depal. "Kalu torang bahagi doi kiapa kwa itu  torang pe doi (Kalau kami berbagi uang emangnya kenapa). Kalimat ini yang keluar dari mulut ayah Depal. Warga yang mendengar kalimat tersebut langsung marah sehingga  terjadilah aksi itu," ujar Saptono.                   

Sementara, Depal yang tak terima kejadian yang menimpanya langsung melaporkan hal itu ke kepolosian Polsek Urban Kotabunan. "Laporan yang kami terima dari Depal, soal pelemparan mobilnya yang terjadi di Desa Buyat, bukan yang lain," ujar Kapolsek Efendi Manoppo, Minggu (6/12/2015). Terkait adanya dugaan politik uang kata dia, itu wewenangnya Panitia Pengawas (Panwas). "Yang berhak menindak atas dugaan money politik uang dan pelanggaran selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), itu ranahnya Panwaw. Jadi kalau dugaan warga seperti itu, silahkan saja ke melapor di Panwas, " jelas Efendi.(rux)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment