Berita Terbaru

Tuesday, December 29, 2015

Akibatkan Silpa belasan Milyar, Pemkot ganti kontraktor MRBM
by yunita Cantik - 0

Tampak depan MRBM yang memang belum selesai pengerjaannya

Kotamobagu—Dinilai merugikan daerah. Pemerintah Kota Kotamobagu kembali membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh perusahaan kontruksi mengikuti lelang tender, untuk mengelolah dana sebesar Rp16 Milyar lebih pada kelanjutan pembangunan Mesjid Raya Baitul Makmur (MRBM) Kotamobagu di tahun 2016 mendatang.
Menurut Kabag Kesos Kota Kotamobagu, Adin Mantali, hal itu berlaku setelah pihak perusahaan pemenang tender dengan besaran anggaran Rp16 Milyar pada tahun 2015, PT Tirta Dhea Addonnics Pratama yang di pimpin oleh Raden Aryo Sutrisno melalui salah satu stafnya, Junaidi,  memberikan pernyataan bahwa tidak bisa menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen. “Kami buka secara luas. karena pengakuan mereka (pihak Perusahaan), tambahan pengerjaan 50 hari, hanya bisa menyelesaikan plat beton dan dua kuba saja, otomatis disimpulkan bahwa mereka tidak mampu menyelesaikan 100 persen,” jelas Adin kemarin saat bersua di rapat paripurna gedung Dekot Kotamobagu. 
Bahkan tambah Adin, atas keterlambatan pekerjaan yang ditinggalkan oleh PT TirtaDhea Addonnics Pratama, masih ada belasan Milyar anggaran pembangunan yang terpaksa masuk dalam Sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa). “terakhir pengerjaannya hingga akhir tahun ini, baru  sebesar 11 persen. Dengan menggunakan uang muka sebesar Rp 3 Milyar lebih. akibatnya sekira Rp 12 Milyar lebih terpaksa masuk silpa,” jelasnya.
Sesuai data yang dihimpun, PT Tirta Dhea Addonics Pratama melalui data Inaproc LKPP terhitung 7 Maret 2014 sampai dengan 6 Maret tahun 2016 yang ditayangkan 1 April  2014, PT Tirta Dhea Addonics Pratama masuk daftar black list.
Bahkan sebelumnya, kepada sejumlah awak media, Sumber resmi menyatakan bahwa memasukan PT Tirta Dhea Addonnics Pratama sebagai pemenang tender dalam proyek pembangunan MRBM senilai Rp16 milyar adalah suatu kekeliruan. “Perusahaan yang memenangkan proyek Masjid Raya Baitul Makmur ini masuk dalam daftar black list yang terdaftar dalam LKPP. Dan tentu ini merupakan satu pelanggaran yang terjadi,” kata salah satu sumber belum lama ini. (yede).

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment