Berita Terbaru

Wednesday, November 4, 2015

Tim Adipura Pusat terpukau presentasi Walikota Manado GSVL
by donwu - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) mempresentasikan isu pokok terkait program Adipura di Manado di hadapan Tim Adipura di Hotel Arya Duta Jakarta, Rabu (4/11/2015) siang.(foto: ist)
JAKARTA—Sebagai kota langganan yang meraih supremasi kota bersih di Indonesia, Piala Adipura, ekspektasi stakeholder pengelola kebersihan dan lingkungan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) terhadap pelestarian lingkungan dan pengelolaan kebersihan di Manado, ternyata masih cukup tinggi. Hal ini mengemuka ketika Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) mempresentasikan isu pokok terkait program Adipura di Manado.
Isu yang dipresentasikan di hadapan Dewan Pertimbangan Adipura pada Rabu (4/11/2015) siang di Hotel Arya Duta Tugu Tani Prapatan Jakarta, adalah visi geo strategis dan pembangunan, kebijakan dan implementasi pembangunan berkelanjutan, kebijakan, program, dan kegiatan pengelolaan lingkungan hidup perkotaan, serta program dan kegiatan lain yang menuju sustainable city. Walikota GSVL mendapatkan giliran presentasi ketiga usai Walikota Surabaya dan Bupati Malang dari 8 Kabupaten/Kota yang memberikan presentasi pada kelompok 2 di ruangan Monas 6.
Dalam presentasinya, Walikota GSVL menekankan pada program dan kegiatan yang menuju sustainable city atau kota berkelanjutan dengan titik berat pada 3 Inovasi Pemkot Manado terkait pengelolaan lingkungan hidup yaitu Peraturan Walikota yang mendahului Peraturan Daerah tentang Pembayaran Retribusi Sampah dengan Menggunakan Sampah, Penetapan Kawasan Parkir Kendaraan bagi Kendaraan yang telah Lulus Uji Emisi, dan Penerapan Teknologi Pengolahan Sampah Organik Skala Rumah Tangga hasil inovasi Poltekkes Kementerian Kesehatan di Manado yang saat ini telah diuji coba di Kelurahan Perkamil.
Tim Penilai Presentasi yang terdiri dari Dewan Pertimbangan Adipura, Ahli Persampahan, dan Ahli Pemasaran, yang pada kelompok pertama diketuai Nabiel Makarim dengan anggota Syahrul Udjud, Chaliid Muhammad, Sri Bebassari, Hermawan Kertajaya, dan Sabrina kemudian mencecar Walikota GSVL dengan beberapa pertanyaan kritis mulai dari pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sumompo, landfill, reklamasi, pembangunan peruahan, hingga kebanggaan warga terhadap Manado. Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut, Walikota GS Vicky Lumentut memberikan jawaban yang komprehensif sehingga membuat tim penilai terpukau.
Usai presentasi dan tanya jawab, Walikota GSVL mengaku bangga karena di penghujung masa jabatannya sebagai Walikota periode 2010-2015, berhasil mengantar Manado sebagai nominator kota yang meraih Piala Adipura, karena dari tahun ke tahun kriterianya semakin ketat, apalagi di tahun 2015 ini. "Saya tentu berterima kasih atas partisipasi seluruh warga masyarakat dalam memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan hingga Manado boleh menjadi 1 dari 60 lebih kota yang bersaing memperoleh Piala Adipura,” ujar GSVL.
Dikatakan Ketua Walikota se-Indonesia ini, Adipura hanyalah sebuah tujuan antara, bukan tujuan akhir. “Yang terpenting kota kita tetap bersih dan sehat, sehingga seluruh aktivitas di Manado dapat berlangsung dengan baik. Meskipun kami akui masih ada saja warga masyarakat yang perlu ditingkatkan kesadarannya dalam memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan," ujar Walikota GSVL yang mengaku sangat gembira bisa bertatap muka dengan Prof Dr Sarwono Kusumaatmaja usai presentasi.
Presentasi dan tanya jawab layaknya sidang akademik tersebut berlangsung menarik selama 90 menit, dan turut dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado Herry Saptono. Berdasarkan daftar undangan yang dikeluarkan Tuti Hendrawati Mintarsih selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KemenLHK, untuk menghadiri presentasi program Adipura selama 3 hari berturut-turut, dari 15 kabupaten/kota di Sulut, hanya 3 kota yang mendapatkan undangan yaitu Manado, Bitung, dan Tahuna.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment