Berita Terbaru

Tuesday, November 3, 2015

Sadis, jasad mahasiswa Unima disimpan 24 jam, liang kubur sudah disiapkan
by donwu - 0

Polres Minsel gelar keterangan kepada media massa terkait dugaan pembunuhan berencana terhadap mahasiswa Unima.(foto: jemmy/sk)
AMURANG, SMOcom—Motif dan kronologis ditemukannya jasad mahasiswa Unima, Siswanto Nurhamidin (27), yang menjadi korban pembunuhan oleh 5 tersangka masing-masing BS alias Ben (65), ES alias Ella, UN alias Ungke, OG alias Olla dan ST, akhirnya disampaikan secara resmi oleh Polres Minsel. Terungkap, bahwa korban Siswanto sempat disimpan selama 24 jam sebelum dikuburkan para tersangka. Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIK, saat menggelar jumpa pers, Selasa (3/11/2015) mengungkapkan, setelah menghabisi korban dengan cara menyuguhkan kopi yang ditaburi racun jenis Potas, kelima tersangka belum langsung menguburkan jasad korban di liang yang sudah disiapkan.
“Berdasarkan pengakuan para tersangka, pada tanggal 10 Februari 2015, korban dijemput oleh 2 orang tersangka di Tomohon dan dibawa ke rumah milik salah satu tersangka yang ada di Kelurahan Uwuran Dua atau Kilo Satu. Dalam rumah tersebut, sudah ada 3 tersangka lain yang menunggu. Selanjutnya, oleh 5 tersangka, korban hidangkan kopi yang mengandung racun. Selang waktu 2 menit setelah korban menenggak kopi, tiba-tiba korban merasa sakit perut, dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk muntah. Setelah muntah, korban jatuh pingsan dan akhirnya meninggal dunia, pada hari itu juga. Pada esok harinya tanggal 11 Februari 2015, sekitar pukul 24.00 Wita, korban dibawa oleh para tersangka ke Desa Liningaan Kecamatan Tompaso Baru, untuk dikuburkan dalam liang yang memang sudah disiapkan sebelum terjadi pembunuhan,” terang Bawensel, didampingi Kabag Ops Kompol Ahmad Sotrisno dan Kasat Reskrim AKP Syaful Wachid SIK, serta Iptu Mochamad Nandar SIK.
Lanjut dijelaskan Kapolres, dalam upaya menyembunyikan kasus tersebut, kelima tersangka sempat melaporkan korban ke Polres Tomohon, dengan tuduhan korban telah menggelapkan uang dan melarikan diri. “Seminggu kemudian setelah melakukan aksinya, para tersangka berpura-pura mencari korban dan sempat melaporkan korban ke Polres Tomohon, dengan alasan korban sudah menggelapkan uang mereka (tersangka, red),” ungkap Kapolres.
Ditambahkannya, berdasarkan hasil otopsi, pihaknya memastikan korban tewas akibat di racun. “Kami sudah mengamankan barang bukti berupa beberapa butir racun Potas, dan alat yang digunakan oleh para tersangka untuk menggali liang kubur. Dari hasil otopsi, tim dokter menemukan adanya kandungan racun dalam usus korban. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka bakal dijerat pasal berlapis diantaranya pasal 340, 338 junto 351, dengan ancaman penjara 20 tahun atau seumur hidup,” jelasnya.
Diketahui, setelah mengumpulkan data dan informasi, tanggal 30 Oktober 2015 lalu Kapolres Minsel AKBP Benny Bawensel SIK, langsung menginstruksikan Kasat Reskrim AKP Syaful Wachid SIK, untuk membentuk tim guna mengungkap kasus tersebut. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 8 jam, 10 anggota Buser Polres Minsel yang di pimpin langsung oleh Kanit Reskrim Iptu Mochamad Nandar SIK, berhasil mengungkap dan menangkap 5 tersangka di rumahnya masing-masing.(jem/skh-swarakita
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment