Berita Terbaru

Thursday, November 12, 2015

Penularan HIV/AIDS lebih banyak terjadi karena perilaku seks bebas
by donwu - 0

Media massa mengikuti dialog bahaya HIV/AIDS di Kantor DPD RI Manado, Kamis (12/11/2015).(foto: farry/sk)
MANADO, SMOcom—Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado mengajak media massa untuk ikut terlibat dalam kegiatan kampanye “Hindari Hubungan Seks Bebas” melalui pemberitaan. Hal ini dilakukan karena data terakhir 31 Agustus 2015 tercatat penderita HIV/AIDS berada pada posisi tertinggi berjumlah 709, dan sudah sangat mengkhawatirkan.
Menurut Sekretaris KPA Manado dr Gertje Rau, penularan HIV/AIDS lebih banyak terjadi karena hubungan seks bebas. "Harus ada edukasi dalam keluarga tentang bahayanya seks bebas. Saat ini bukan hanya orang dewasa yang melakukan hal ini namun tingkat tertinggi ada di kalangan remaja," ujarnya dalam dialog yang digelar di Kantor DPD RI Manado, Tikala Ares, Kamis (12/11/2015) siang.
Menurut dia selama ini banyak faktor pencetus terjadinya kegiatan yang tidak layak sensor ini, baik dari segi ekonomi maupun gaya hidup. Oleh karena itu jurnalis harus menjadi peer educator. "Angka ini adalah catatan Dinas Kesehatan Sulut. Sasaran kami para jurnalis menjadi pendidik sebaya, yang bisa menyebarkan berita tentang bahayanya HIV/AIDS. Memang hal ini terjadi akibat tidak mampu melakukan penyesuaian dengan perubahan ekonomi," ujarnya.
Menurut dia bukan pekerja seks komersial (PSK) yang menjadi penular namun para pekerja wiraswasta yang suka jajan di luar rumahlah penyebabnya. Hal ini pun menyebabkan bapak-bapak menjangkiti istri mereka. Akibatnya anak yang dikandung akan diturunkan virus HIV, yang jelas bisa hidup namun tak akan bertahan lama.
Di tempat yang sama, Asisten I Pemkot Manado Josua Pangkarego menjelkaskan, ada 84 lokasi mangkal PSK di Manado yang mendukung penyebaran penyakit ini. Akibatnya para pelanggan juga dengan leluasa bisa terjangkit penyakit yang membunuh sistem kekebalan tubuh, yang bisa membunuh perlahan-lahan. "Nanti memang akan ada operasi terkait penaganan para penjual daging mentah ini. Memang dari data yang ada sudah sangat mengkhawatirkan," ujarnya.
Ia menghimbau agar sosialisasi tentang bahaya penyakit ini harus semakin dimaksimalkan, sehingga benar-benar apa yang di inginkan tercapai dan tidak ada pertumbuhan penderita HIV AIDS di Manado khususnya Sulut. "Jangan sampai penderita penyakit ini semakin bertumbuh. Kita harus menghindari resiko ini dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjadikan keluarga sebagai hal yang paling penting. Dan ingat setia itu sehat," tegas Pangkerego.(pra/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment