Berita Terbaru

Thursday, November 26, 2015

Massa Imba-Boby minta pertanggungjawaban KPU
by donwu - 0

Seorang ibu pendukung Imba-Boby hujan-hujanan di hadapan barikade polisi yang mengamankan aksi demontrasi massa di Kantor KPUD Manado, Kamis (26/11/2015) sore.(foto: pra/sk)
MANADO, SMOcom—Aksi demonstrasi massa pendukung Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud, nampaknya belum surut. Kali ini, ribuan massa menggelar aksinya di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manado di Kelurahan Kairagi II, Kecamatan Mapanget, Kamis (26/11/2015).
Sekitar pukul 11.30 Wita, massa mulai bergerak dengan melintasi depan Sekolah Rex Mundi Jl Sam Ratulangi, dan selanjutnya bergerak menuju Kantor KPUD Manado yang telah dipindahkan di lokasi Pameran Kayuwatu, atau tepatnya “nebeng” di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Manado. Massa yang sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua memadati jalan menuju Bandara Sam Ratulagi.
Aksi demonstrasi pendukung Imba-Boby yang mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dan TNI tersebut meminta Ketua KPUD Manado yang baru, Yusuf Wowor, bersama tiga Komisioner KPUD lainnya untuk keluar. “Tolong keluar temui kami, dan pertanggungjawabkan keputusan kalian yang kembali menggugurkan Imba-Boby,” teriak para demonstran. Kehadiran massa pendukung Imba-Boby ini hanya untuk menuntut keadilan atas putusan yang kembali menggugurkan pasangan yang diusung Partai Golkar dan PAN tersebut sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado 2015-2020. 
Para orator pun bergantian menyampaikan orasi mereka dengan satu tujuan untuk bertemu dan meminta pertanggung-jawaban KPUD yang kembali menganulir Imba-Boby. Alhasil, 15-20 perwakilan pendemo diberikan ruang oleh Kapolda Sulut Brigjen Wilmar Marpaung dan Kapolresta Manado Kombes Rio Permana Mandagi, untuk bertemu dengan Komisioner KPUD Manado tetapi di dalam ruangan. Keduanya pun ikut mengawal para perwakilan pendemo tersebut, untuk memastikan tidak ada gerakan tambahan di dalam ruangan.
Namun, dari hasil pertemuan itu, KPU Manado tetap menyatakan bahwa pasangan yang awalnya mendapat Nomor Urut 2 ini tidak bisa melanjutkan pertarungan dalam Pilkada karena dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Massa pun semakin bergejolak dan berupaya untuk menerobos barikade polisi begitu mendengar laporan dari perwakilan mereka. Di tengah orasi yang disampaikan, sekitar pukul 17.00 Wita, hujan pun mengguyur lokasi demo. Tak lama kemudian, sekitar pukul 18.00 Wita, massa akhirnya membubarkan diri dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan Polri dan TNI.
Diketahui, drama Pilkada Manado berlanjut pada Selasa (24/11) malam lalu, dimana KPUD Manado yang kembali mengakomodir pasangan Imba-Boby berakhir dengan diberhentikan sementara kepemimpinan Eugenius Paransi sebagai Komisioner KPU Manado. Otomatis, jabatan Ketua KPU Manado yang disandang Paransi pun lepas dengan sendirinya. Dalam rapat pleno yang digelar KPU Sulut malam itu, Komisioner KPU Sulut menindaklanjuti surat KPU RI Nomor 840/KPU/11/2015. 
Rapat ini dipimpin langsung Ketua KPU Sulut Yessy Momongan, dihadiri Komisioner Ardiles Mewoh, Zulkifly Golonggom dan Fachruddin Noh. Hasilnya antara lain memberhentikan Eugenius Paransi sebagai Komisioner KPU Manado dan memperingatkan 4 Komisioner KPU Manado lainnya, dan merintahkan KPU Manado membatalkan atau menganulir pencalonan Imba-Bobby sebagai pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Manado. “Perintah Surat KPU RI Nomor 840/KPU/11/2015 telah kami jalankan. Dan rapat pleno ini sudah memenuhi administrasi yang dibutuhkan. Dan salah satunya memerintahkan KPU Manado untuk membatalkan berita acara KPU Manado Nomor 40/BA/Pilwako/11/2015 tentang Penetapan Kembali Calon Nomor Urut 2 tersebut yang ditetapkan KPU Manado pada Kamis 19 November 2015," ungkap Momongan kala itu.(pra/obi/skh-swarakita)



« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment