Berita Terbaru

Wednesday, November 11, 2015

Kursi Pj Walikota Manado “panas”, link PDIP dan GMNI intens lobi pusat?
by donwu - 0

Kantor Walikota Manado.
MANADO, SMOcom—8 Desember 2015, Walikota dan Wakil Walikota Manado 2010-2015, GS Vicky Lumentut (GSVL) dan HAB Mangindaan akan mengakhiri jabatannya. Kini ramai dibicarakan siapa Penjabat Walikota yang akan memimpin pemerintahan Manado hingga dilantiknya Walikota dan Wakil Walikota Manado hasil Pilkada 9 Desember mendatang.
Beredar kabar bahwa Kepala Beppeda Sulut Ir Roy Roring punya peluang besar. Nama lain ikut muncul ke permukaan, antara lain Asisten II Pemprov Sulut Drs Sanny Parengkuan, Asisten III Pemprov Sulut Christian Talumepa SH, dan Sekkot Manado MHF Sendoh. Namun belakagan muncul lagi nama baru yakni Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut Edwin Silangen SE.
Jabatan Walikota Manado memang sangat bergengsi dibandingkan dengan jabatan Walikota/Bupati daerah lain di Sulut. Salah satunya karena Manado merupakan Ibukota Provinsi dan juga pusat pereknoman di Bumi Nyiur Melambai. Karenanya, untuk merebut kursi orang nomor satu di Manado, kendati hanya berstatus penjabat dan jabatannya tidak lama, dikabarkan bahwa dua link tengah melobi pemerintah pusat supaya menempatkan jagoannya.
Adalah link Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan link PDI Perjuangan (PDIP) yang dikabarkan gencar menemui Mendagri Tjahjo Kumolo dan petinggi Kemendagri lainnya, bahkan menyasar ke pejabat negara lainnya. “Informasi seperti itu, bahkan semakin dekat penunjukkan penjabat Walikota Manado maka semakin gencar juga lobi-lobi di pusat,” ujar salah satu sumber kepada harian ini, Rabu (11/11/2015) siang.
Siapa yang akan dipilih Mendagri? Pasalnya Mendagri sendiri berada di dua link tersebut, selain sebagai kader GMNI juga petinggi PDIP. “Namun di antara dua link ini, jika dihubungkan dengan para kandidat Penjabat Walikota, nama Roy Roring lebih melekat ke PDIP, sementara Sanny Parengkun di GMNI. Namun Edwin Silangen bisa jadi alternatif karena tak ada kepentingan apapun,” ungkap sumber.
Di tempat terpisah, pengamat politik dan pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka berharap Pj Gubernur Sulut Soni Sumarsono tidak salah menempatkan Pj Walikota Manado. Pasalnya, prestasi Sumarsono di daerah ini mulai mendapat pengakuan publik, meskipun belum genap 50 hari menjadi Pj Gubernur tapi telah menorehkan berbagai prestasi dan menunjukkan karyanya. “Ada sejumlah nama yang diusulkan masyarakat perlu menjadi pertimbangan serius Pj Gubernur Sulut untuk menghindari adanya kekeliruan menetapkan Pj Walikota Manado,” ujarnya.
Sumarsono diharapkan mempelajari rekam jejak para pejabat yang dianggap layak tersebut. ”Menentukan Pj Walikota dan Bupati itu menjadi domain Gubernur, dan sebagai warga Sulut kami berharap keputusan Pak Sumarsono tidak melahirkan semacam blunder. Artinya, jika beliau mau menghindari adanya salah pilih, maka perlu dan menjadi wajib hal yang dilakukan beliau yaitu mempelajari track racord para pejabat yang diusulkan untuk menjadi Pj Walikota Manado ini agar kemudian terkesan politis. Sebab, yang saya amati untuk Manado ini, Pj Walikota menjadi rebutan,” tegas Tumbelaka.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment