Berita Terbaru

Wednesday, November 4, 2015

Kasus MaMi 2,7 M, Polda incar keterlibatan oknum pejabat Bolmut
by Unknown - 0

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut, Kombes Pol Hilman SIK MH.(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Janji penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulut, untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana Makan Minum (MaMi) Sekretariat Daerah Pemkab Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Tahun 2012, akhirnya ditunjukkan. Buktinya, oknum bendahara berinisial IY alias Iyam (48), Selasa (3/11/2015) lalu, sekitar pukul 18.00 Wita, resmi di tahan penyidik dan mendekam di rumah tahanan (rutan) Mapolda Sulut. Menariknya, pasca bendahara pengeluaran tersebut dijeblos ke penjara, kini penyidik Tipikor mulai membidik keterlibatan sejumlah oknum pejabat lainnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Hilman SIK MH, ketika dikonfirmasi, Rabu (4/11/2015), membenarkan penahanan tersebut. Hilman menyatakan, ditahannya oknum bendahara pengeluaran Bupati Bolmut itu, atas dasar dan bukti selama proses penyidikan berlangsung. Bahkan menurutnya, penyidik Tipikor akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap siapa saja oknum yang turut serta dalam kasus yang merugikan Negara miliaran rupiah ini, atas hasil audit Perhitungan Kerugian Negara (PKN) yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut.
“Sementara ini tersangkanya bendahara pengeluaran sudah kita tahan. Penyidik Tipikor juga akan mengembangkan kasus ini. karena tersangkanya bisa saja bertambah lebih dari satu. Tapi akan kita lihat perkembangan penyidikan dulu, serta keterangan dan bukti cukup untuk dijerat menjadi tersangka. Kasus ini menjadi target kami untuk dituntaskan,” kata Hilman, didampingi Wadir Reskrimsus AKBP Sumitro SH dan Kasubdit Tipikor AKBP Gani F Siahaan SIK MH, di ruang kerjanya, kemarin.
Sementara itu Siahaan menambahkan, penahanan tersangka tersebut sebenarnya akan dilakukan pada Oktober 2015. Hanya saja, ketika rencana tersebut akan dilaksanakan, sang bendahara mengalami gangguan kesehatan dan harus menjalani perawatan medis sejak tanggal 22-27 Oktober. Setelah melihat kondisi membaik, pihaknya kembali memanggil tersangka dan langsung dilakukan penahanan. “Yah kita awasi tersangkanya. Dia (bendahara, red) sakit, jadi kita memberikan waktu untuk dirawat. Setelah fisiknya baik dan siap menjalani proses hukum, maka langkah lanjut kita lakukan penahanan. Setelah kita tahan, maka proses pemeriksaan lanjut akan digelar. Tunggu saja perkembangannya, jika kita temukan bukti cukup maka tersangkanya berpeluang bertambah. Audit kerugian Negara dari kasus ini mencapai Rp2,7 miliar,” tegas Siahaan.
Diketahui, kasus ini terungkap melalui Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di Pemkab Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tahun 2011-2012. Penyidik Tipikor Polda Sulut langsung melakukan penyelidikan, guna mengungkap kasus yang berbanderol miliaran rupiah ini. Sejumlah orang dekat mantan Bupati Bolmut, Hamdan Datunsolang diantaranya, supir Bupati, Sali Budi Pontoh, tim medis, Muhamad Valis Alwi dan Sespri, Erny Paputungan, turut dimintai keterangan penyidik Tipikor sebagai saksi.
Pengusutan terkait kasus ini sudah dilakukan sebelumnya pada tahun 2013 lalu tepatnya bulan Oktober. Salah satu item yang diungkap adalah dugaan penyimpangan anggaran Makan Minum (MaMi) 2012 silam, berbanderol sekitar Rp9 miliar. Nah dalam proses penyelidikan yang panjang, penyidik Tipikor telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mendatangi Pemkab Bolmut beberapa waktu lalu.Tak hanya itu saja, penyidik turut melakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait dugaan korupsi dana APBD 2012-2013 di antaranya, dokumen MaMi di Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Bolmut tahun 2012, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun 2013, sudah disita sebagai barang bukti. Bahkan penyidik pun turut menyita beberapa bukti yang disimpan di salah satu rumah pejabat.
Sementara itu Sekda Bolmut, Recky Posumah, juga tak luput dari pemeriksaan di ruang unit 1 Tipikor Polda Sulut. Dalam proses penyelidikan, penyidik pun menemukan bukti penyimpangan dan kerugian negara, hingga kasus ini dinaikkan ke tahap penyidikan. Tak sedikit oknum pejabat maupun staf serta pihak ketiga menjalani pemeriksaan. Bahkan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Bolmut, Aang Wardiman, sempat digali keterangannya oleh penyidik Tipikor, guna mengetahui lebih jauh terkait pengelolaan keuangan di lingkungan Pemkab.(obi/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment