Berita Terbaru

Tuesday, November 17, 2015

Kasus BNI, Eks Dirreskrimsus Polda Sulut bantah terima Rp1 M
by donwu - 0

Sidang kasus pencurian dan penggelapan barang bukti uang BNI.
MANADO, SMOcom—Masih ingat dengan kasus pencurian dan penggelapan barang bukti (Babuk) uang Bank Negara Indonesia (BNI) Manado, yang melibatkan puluhan mantan anggota Tim Khusus (Timsus) Polda Sulut. Kasus tersebut masih bergulir penanganannya oleh Biro Wabprof Divisi Propam Polri. Pasalnya, oknum Perwira Menengah (Pamen) yakni mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Yudar Lululangi, telah menjadi terduga pelanggar dan menjalani sidang oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP) Polri. Menariknya sidang KKEP tersebut resmi digelar di Polda Sulut, Selasa (17/11/2015), dengan mengambil tempat di salah satu ruangan Sekolah Kepolisian Negera (SPN) Karombasan, Manado.
Dari pantauan wartawan, sidang yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita, dilakukan secara tertutup. Bahkan dengan penjagaan ketat dari pihak Provos Polda Sulut, para awak media yang hendak meliput dilarang masuk. Tak hanya itu, wartawan pun diminta untuk berada di lokasi yang cukup jauh dari tempat pelaksanaan sidang dan menunggu di luar.
“Kenapa sidang seperti ini wartawan tidak diperkenankan meliput. Hal ini sudah bertentangan dengan Undang-undang Pers. Keterbukaan informasi pun sudah dibatasi. Kan ini dipertanyakan. Contoh saja kasus simulator SIM yang menjerat oknum petinggi Korlantas Polri sebagai tersangka, sidangnya terbuka dan bisa diliput. Kenapa sidang kasus BNI Manado yang melibatkan oknum Pamen Polri tidak bisa wartawan liput?,” kesal Ferdinand, salah wartawan media cetak di Sulut, yang turut dipertanyakan sejumlah wartawan lainnya.
Sementara itu, informasi yang dirangkum menyebutkan, sidang ini menghadirkan sejumlah saksi untuk memberikan keterangan dihadapan KKEP yang di pimpin langsung oleh Irjen Pol Ari Dono Sukmanto, yang merupakan staf ahli Kapolri. Sedangkan akreditur atau Penuntut pada sidang tersebut yakni Kombes Pol Basuki, dari Biro Waprof Divisi Propam Polri. Pimpinan KKEP dan Penuntut pun didampingi Bidang Propam Polda Sulut.
Sidang kali ini, terduga pelanggar Yudar Lululangi mendengarkan kesaksian dari beberapa mantan Timsus pada saat melakukan penangkapan terhadap terpidana Jolly Mumek pada tahun 2014. Terungkap dalam sidang, yang mengatur rekayasa pembelian koper adalah mantan Direkrimsus Polda Sulut Kombes Pol Yudar Lululangi. Keterangan tersebut disampaikan tersangka sekaligus mantan terpidana, Jonly Fery Mumek, pembawa kabur uang BNI senilai Rp7,7 miliar, di depan KKEP. Sedangkan saksi yang turut menjadi pelanggar yakni, Iptu Maikel Mamengko, dan saat ini ditahan di Lapas Tuminting Manado tetap pada keterangannya sesuai BAP Waprof Mabes, dimana ia bersama Ipda Wahyudi, Brigadir Juhadi, Briptu Jefri Mantong dan Bripda Iren mengantarkan uang senilai Rp1 miliar di rumah Yudar Lululangi. Bahkan Joly menyatakan bahwa rekayasa pembelian koper adalah pembicaraan dirinya bersama terduga pelanggar Yudar Lululangi. 
Menariknya dalam persidangan itu, Yudar Lululangi, mengelak keterangan para saksi Wahyudi, Maikel Mamengko dan Bripda Iren Tirajoh, atas pengakuan mereka yang mengantarkan uang Rp1 miliar kepada Lululangi dikediamannya perumahan Citra land.(oby)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment