Berita Terbaru

Wednesday, November 18, 2015

 Guru kurang disiplin, Murid pecah kepala
by noberd losa - 0

SITARO.SMO.COM- Sekolah Dasar Gemist Petra Namitung kecamatan Siau Timur, kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro ( SITARO ) sering memelantarkan siswa oleh guru mereka pada jam belajar.Bahkan akibat dari tidak adanya pengawasan dari guru, beberapa waktu yang lalu salah seorang murid menderita pecah kepala karena terjatuh dari pohon waktu bermain-main." Itu hari ada yang jatuh dari pohon pala waktu jam sekolah,deng depe orang tua marah sekali." Terang orang tua murid.
Ia juga sangat kecewa meliht disiplin waktu dari seorang guru,sebagai pengajar yang sangat kurang.
"kita kecewa,ko so jam begini baru mo maso sekolah,so setengah sembilan.Begitu deng jam istirahat,istirahat apale so mo sampe dua jam .itu hari ada orang tua murid yang ba marah terus pangge pulang depe anak dari sekolah." Terangnya. Ia pun sangat berharap kiranya agar para guru menghargai waktu."harapan saya guru bisa menghargai waktu.kalu nda ada guru bidangstudi,coba guru laeng kase tugas,supaya anak anak nda berkeliaran di luar jam sekolah." Harapnya. Sementara itu kepala sekolah SD GEMIST PETRA yang akrab di sapa P.P.SABARU ketika di wawan carai Swara Manado online di ruang kerjanya pagi tadi,mengakui akan adanya kejadian anak yang jatuh tersebut,namun ia menjelaskan di mana kejadian tersebut terjadi ketika waktu istirahat siswa dari proses belajar mengajar,dan kejadian tersebut terjadi sebelum ia menjabat sebagai kepala sekolah."oh kejadian itu benar, tapi itu terjadi beberapa waktu yang lalu sebelum saya menjabat sebagai kepala sekolah di sekolah ini." Tegasnya. Menyinggung tentang jam mengajar kepada siswa-siwa,ia menjelaskan dimana karena jumlah murid yang kurang yaitu hanya berjumlah 31 orang murid,maka terkadang bila salah satu guru bidang studi lagi berhalangan,maka mereka terpaksa menggabungkan murid mereka di satu kelas.Namun walaupun tergabng mereka tetap belajar dengan materi pelajaran yang sesuai dengan kelas mereka." Ya kalo guru salah satu kelas lagi berhalabgan, kami tetap mengajar mereka dengan cara di gabungkan di satu kelas namun materi pelajaran mereka sesuai dengan kelas mereka." Sambunghya. Sementara itu kepala dinas pendidikan dan olah raga (Kadis DIKPORA )belum dapat di konfirmasi.(Dom)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment