Berita Terbaru

Saturday, November 14, 2015

500-an perusahaan di Sulut belum daftarkan karyawannya ikut BPJS
by donwu - 0

JAROD dialog dengan BPJS Ketenagakerjaan, Disnkakertrans Sulut, dan Alfa Mart.(foto: farry/sk)
MANADO, SMOcom-Jurnalis Online Manado (JAROD) kembali melakukan dialog, dan kali ini bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Sulut, Alfa Mart dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, yang digelar Sabtu (14/11/2015). Adapun sebagai pembicaranya yakni Syamsul Rizal dari BPJS Sulut, Muhammad Sofi'i selaku koordinator Humas Alfa Mart di Sulut, dan Supartoyo selaku Sekretaris Dsnakertrans Sulut.
Memang paradigma baru pelayanan khusus di bidang ketenagakerjaan adalah dengan memperpendek pengurusan pelayanan, namun tetap juga memperhatikan kelayakan surat atau syarat yang ditetapkan, untuk kemudian diterbitkan surat izin. "Kita juga patut berbangga di Sulut ini penetapan UMP relatif tinggi, yakni Rp2.400.000, dan masuk kategoris ke empat di seluruh Indonesia. Kemudian paradigma pemerataan UMP oleh pemerintah saat ini akan dilakukan,” ujar Supartoyo. Kemudian birokrat senior ini memaparkan perlunya media mempublikasikan 3 hal yang tengah diperjuangkan Pejabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono saat ini, yakni; Gerakan Sulut Menanam, Gerakan Bersih Kuwaya, dan Gerkan Sulut Berkarya. 
Sementara itu, menurut Syamsul masih cukup banyak pemilik usaha (pengusaha) belum memiliki kesadaran terkait pentingnya mendaftarkan karyawannya ke BPJS. ”Masih sekitar 500-an perusahaan di Sulut yang belum mendaftarkan karyawannya untuk mendaftar dalam jaminan ketenagakerjaan di BPJS, dan kami terus melakukan upaya agar para pengusaha yang kebal dan tidak mematuhi aturan ini bisa menaati aturan yang ditetapkan pemerintah, jika diurus semuanya maka sudah pasti para karyawan hingga hari tuanya terjamin di BPJS,” ujar Rizal.(pra)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment