Berita Terbaru

Sunday, November 15, 2015

3 Cagub bicara soal SDA untuk pembangunan berkelanjutan
by noberd losa - 0

MANADO, SMO.COM - Tiga kandidat calon Gubernur (Cagub) menyampaikan persepsi soal pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA) guna kelangsungan pembangunan Sulut.
Maklum saja, provinsi Sulawesi Utara memiliki SDA yang luar biasa, terlebih dengan kandungan mineral terkandung dalam tanah, bahkan tak urung banyak investor asing menjadikan Nyiur Melambai sebagai salah satu target investasi.
Debat kandidat edisi dua yang digelar KPU Sulut di salah satu hotel ternama di Minaha Utara pada sabtu (15/11).
Kandidat Cagub Olly Dondokambey fokus pada perijinan pertambangan yang dikeluarkan pemerintah daerah, namun tak berani menyentuh kontrak karya antara investor pertambangan dengan pemerintah pusat.
"Kontrak karya keputusan pemerintah pusat, namun kami pastikan bakal evaluasi ijin pertambangan yang bukan lewat kontrak karya," kata Olly Dondokambey.
Menurutnya, evaluasi ijin perlu dilakukan karena tak membawa dampak positif bagi daerah.
"Manfaat pertambangan ini pada PAD (Pendapatan Asli Daerah,Red) sangat kecil hanya 3 persen tidak berbanding dengan kerusakan alam yang terjadi," jelas Cagub nomor urut 1 ini.
Sementara itu, Kandidat Cagub Maya Rumantir
Menitik beratkan pada pembatasan perijinan pertambangan dan memilih penyelamatan dunia pariwisata.
"Mengatur SDA sesuai peruntukan, contoh pulau bangka terlalu banyak masalah yang timbul,baik investor,dunia pariwisata dan masyarakat," ungkap Kandidat cagub wanita ini.
Rumantir cenderung memilih penyelamatan lingkungan sebagai aset berharga tanpa harus merusaknya.
"Aset alam ini jangan dirusak, dikelola jadi kawasan pertambangan merusak alam dan pariwisata, Saya nantinya akan mengacu pada pembangunan ramah lingkungan," kata Rumantir.
Lain halnya dengan Benny Joshua Mamoto kandidat Cagub nomor urut 3 yang menitik beratkan pada regulasi kontrol dan reboisasi.
"30 persen dari luas wilayah Sulut dijadikan pertambangan dan ijin tambang di 12 kabupaten/kota. Bahkan banyak ijin yang sudah kadarluasa keamanannya bagi lingkungan," jelas Mamoto.
Mantan petinggi BNN ini juga menyesalkan adanya ijin pertambangan yang dikeluarkan karena kepentingan pilkada.
"Namun yang jelas, sinkron dan regulasi kontrol, reboisasi perketat ijin Amdal karena tidak ingin mewariskan bencana ke anak cucu," tandas Mamoto.(Obe)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment