Berita Terbaru

Thursday, October 8, 2015

Walikota GSVL berbagi ilmu mitigasi bencana dengan Politeknik Negeri seluruh Indonesia
by donwu - 0

WALIKOTA Manado GS Vicky Lumentut di FGD Bencana Alam yang digelar di GKIC Novotel Manado, tadi siang.
MANADO, SMOcom- Walikota Manado GS Vicky Lumentut  (GSVL) membuka kegiatan Seminar Nasional Teknik Infrastruktur dan Lingkungan 2015 dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Mitigasi dan Pemulihan Kondisi Pasca Bencana Alam", yang diselenggarakan atas kerjasama Pemkot Manado dan Politeknik Negeri Manado, Kamis (8/10/2015) siang di GKIC Novotel Kairagi, Manado. GSVL pun berbagi ilmu kepada para Dekan dan Dosen Politeknik Negeri seluruh Indonesia yang mengikuti FGD tersebut.
Diketahui, pengertian Mitigasi Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).
Bencana sendiri adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/ataufaktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Bencana dapat berupa kebakaran, tsunami, gempa bumi, letusan gunung api, banjir, longsor, badai tropis, dan lainnya. 
Kegiatan mitigasi bencana di antaranya:
a. pengenalan dan pemantauan risiko bencana;
b. perencanaan partisipatif penanggulangan bencana;
c. pengembangan budaya sadar bencana;
d. penerapan upaya fisik, nonfisik, dan pengaturan penanggulangan bencana;
e. identifikasi dan pengenalan terhadap sumber bahaya atau ancaman bencana;
f. pemantauan terhadap pengelolaan sumber daya alam;g. pemantauan terhadap penggunaan teknologi tinggi;
h. pengawasan terhadap pelaksanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidupi. kegiatan mitigasi bencana lainnya.
Robot sebagai perangkat bantu manusia, dapat dikembangkan untuk turut melakukan mitigasi bencana. Robot mitigasi bencana bekerja untuk mengurangi resiko terjadinya bencana. Contoh robot mitigasi bencana diantaranya:
a. robot pencegah kebakaran,
b. robot pendeteksi tsunami,
c. robot patroli/pemantau rumah atau gedung,
d. robot pemantau gunung api,
e. robot penghijauan,
f. robot pembersih sungai,
g. robot assistant untuk penyuluhan bencana,
h. robot mitigasi bencana lainnya.
Berdasarkan siklus waktunya, kegiatan penanganan bencana dapat dibagi 4 kategori:
1. kegiatan sebelum bencana terjadi (mitigasi),
2. kegiatan saat bencana terjadi (perlindungan dan evakuasi),
3. kegiatan tepat setelah bencana terjadi (pencarian dan penyelamatan),
4. kegiatan pasca bencana (pemulihan/penyembuhan dan perbaikan/rehabilitasi).
Bila dilihat dari defisini, mitigasi berarti kegiatan yang dilakukan sebelum bencana terjadi, untuk mencegah atau mengurangi dampak resiko bencana. Kegiatan yang bersifat preventif masuk kategori pertama (mitigasi). Sementara kuratif (penyembuhan) masuk dalam kategori 4, kegiatan pasca bencana. 
Untuk PRC2013, robot yang dikompetiskan dapatmencakup mitigasi yang diperluas. Maksudnya dapat juga termasuk kategori 2, 3 dan 4. Sehingga robot mitigasi, robot evakuasi, robot rescue, robot kuratif, semua dapat diajukan untuk meramaikan PRC2013.(dsw/rcweb)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment