Berita Terbaru

Tuesday, October 27, 2015

Tragedi Inul Vista, Walikota Manado instruksikan revisi Perwako Perizinan
by donwu - 0


Walikota Manado GS Vicky Lumentut.

INSTRUKSI WALIKOTA MANADO
1). Menugaskan SKPD terkait untuk melakukan peninjauan kembali semua perizinan untuk bangunan non-rumah tinggal dan mengecek sejauh mana pengusaha mematuhi aturan bangunan untuk memiliki alat pemadam kebakaran.
2). Membentuk tim yang dikoordinatori Asisten II untuk merevisi Perwako tentang Perizinan termasuk IMB dan penyusunan Perwako tentang SOP Penyelenggaraan Perijinan Terpadu Satu Pintu. Dalam Perwako SOP agar diatur pula tentang Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) sebagai tim rekomendator layak tidaknya suatu bangunan komersil dioperasikan sesuai peruntukannya.

MANADO, SMOcom—Tragedi kebakaran tempat karaoke Inul Vista yang menelan 12 korban jiwa memacu gerak cepat Pemkot Manado. Setelah berkoordinasi dan melaporkan segala perkembangan terkini kepada Pejabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono, maka Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) pada Senin (26/10/2015) siang langung menggelar rapat dinas khusus dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dengan bidang perencanaan, perizinan dan pengawasan gedung dan bangunan. "Saya minta SKPD terkait dengan pelayanan perizinan agar membenahi segala hal terkait dengan kemudahan pengurusan izin, termasuk di dalamnya aspek keamanan bangunan gedung, kenyamanan penggunaan, dan terutama keselamatan penggunanya,” ujar Walikota.
Ditegaskan GSVL, pengawasan tempat hiburan harus dilaksanakan dengan baik sehingga fungsi pengawasan yang selama ini masih terdapat kekurangan perlu dibenahi. “Kejadian di Inul Vista yang tidak menyediakan sistem kedaruratan, smoke detector, dan tabung pemadam kebakaran yang memadai, adalah bukti konkret bahwa pengawasan masih lemah. Sistem kedaruratan selama ini memang masih dianggap tidak terlalu penting, tapi kejadian di Inul Vista mudah-mudahan menjadi acuan bagi kita semua untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih paripurna," tegas Walikota di hadapan belasan pejabat eselon dua.
Penegasan Walikota ini disampaikan menyoal tudingan sejumlah pihak tentang lemahnya peran Pemkot Manado dalam penanggulangan sistem kedaruratan bangunan gedung. Walikota menginstruksikan agar dilaksanakan revisi pada Peraturan Walikota (Perwako) tentang Perizinan, terutama pada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan memanfaatkan Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG). "Tim Ahli ini diminta atau tidak diminta dapat memberikan nasehat, pendapat, serta pertimbangan profesional untuk persetujuan rencana teknis bangunan gedung dengan kriteria tertentu serta mewujudkan harapan pemerintah dan masyarakat untuk menjamin keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan keandalan sebuah gedung bertingkat,” terang Walikota.
Untuk Perwako Perizinan yang baru, Walikota mengharapkan agar telah diatur pula ketentuan Instalasi Proteksi Bencana (utamanya bencana kebakaran) dan proses perizinan yang lebih cepat dan mudah. Untuk Instalasi Proteksi Bencana, khusus gedung usaha dengan skala tertentu terutama bangunan 2 lantai ke atas wajib memperlengkapi gedung dengan fasilitas-fasilitas seperti smoke detector, alarm kebakaran, sprinkler atau alat pemasam kebakaran dan emergency exit/stairs (jalur/tangga evakuasi), dan lain-lain. “Perwako-Perwako baru ini diharapkan dapat secepatnya selesai agar sudah bisa disosialisasikan dan diterapkan tahun ini juga. Mohon dukungan warga kota sekalian,” ujar Walikota.
Karena itu, dirinya beraharap agar proses pengurusan perizinan bangunan bisa menjamin keamanan dan keselamatan pengguna, termasuk pada situasi darurat. Pada bagian lain, Walikota ikut menyentil soal pengurusan perizinan yang bisa selesai dalam waktu yang relatif cepat dengan persyaratan mudah dan sederhana. "Seperti penjelasan Pak Presiden, kalau mau bicara masih menyangkut hari, minggu, dan bulan, lebih baik tidak usah bicara. Kalau sudah bicara hitungan jam baru bisa dibicarakan. Silahkan Kepala SKPD pikirkan jenis layanan perizinan mana yang bisa kita berikan dalam waktu cepat. Satu jam bisa selesai, itu lebih baik," tandas Walikota.
Diketahui, tragedi mengenaskan terjadi Minggu (25/10/2015) dinihari sekitar pukul 00.45 Wita. Tempat karaoke keluarga Inul Vista terbakar dan menyebabkan puluhan orang meninggal dunia dan luka-luka. Mereka rata-rata pengunjung tempat karaoke yang berlokasi di kawasan Megamas yang terjebak saat terjadi kebakaran tersebut. Banyaknya korban dalam kebakaran tempat karaoke itu disebabkan karena menghirup asap pekat dan kehabisan oksigen. Saat kebakaran terjadi, api yang besar tidak tampak. Hanya bara yang menyala dan membakar tiap ruang karaoke yang berada di lantai tiga.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment