Berita Terbaru

Friday, October 2, 2015

Tarkam Imandi vs Tambun makan korban, Polres belum mampu amankan tersangka
by donwu - 0

SITUASI tarkam kelompok massa Jumat (2/10/2015) siang.(foto: ist)
Korban meninggal, Tony Rondonuwu.
LOLAK, SMOCom- Hingga Jumat (2/10/2015) malam ini, Polres Bolmong masih belum mengamankan tersangka penyebab  tawuran antar kampung (tarkam) yang melibatkan kelompok masa dari Desa Tambun dan Kelurahan Imandi, Kecamatan Dumoga Timur, Kabupaten Bolmong. Padahal  bentrok yang mulai bersitegang sejak Rabu (30/9/2015) malam Pukul 17.00 Wita hingga memanas pada Kamis (1/10/2015) malam pukul 23.30 Wita, sudah memakan korban meninggal dunia yakni Tony Rondonuwu (21) warga Kelurahan Imandi.
Tak hanya itu, informasi yang sempat dihimpun, Kapolsek Dumoga AKP Daniel Korompis juga menjadi korban tembak dalam tarkam Imandi vs Tambun. “Sekarang kondisi sudah mulai kondusif. Benar itu, Kapolsek kena peluru senapan angin di bagian legan kirinya,” ungkap Wakapolres Bolmong Kompol Nanang Nugroho malam ini, via telepon.
Dia mengatakan, untuk mencegah tarkam susulan antar dua kelompok masa tersebut, pihaknya sudah mendapat bantuan dari Polda Sulut. “BKO Polda berjumlah 75 orang. Baru sampai di Mapolres. Dan sedikit lagi akan bergabung dengan kami di perbatasan Imandi-Tambun,” katanya.
 
Kapolres Bolmong AKBP William Simanjuntak membenarkan bantuan personil tersebut. Bahkan menurutnya, saat ini jumlah anggota polisi yang melakukan operasi pengamanan ini sudah berjumlah 450 anggota. “Kami mengarahkan 450 personel gabungan dengan rincian 200 personel, 150 personel Brimob, 100 personel Sabhara Polda Sulut,” ujar Simanjuntak kepada sejumlah wartawan.
Disinggung soal tindakan tegas bagi para pelaku tarkam, Simanjuntak mengatakan pihaknya saat ini masih fokus untuk mengamankan situasi keamanan. “Kami masih konsentrasi untuk meredakan situasi, soal tindakan tegas kita kedepankan menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah. Jangan mudah terprovokasi,” kata dia.
Sebelumnya, Wakapolres menjelaskan bahwa penyebab terjadinya perselisihan massa kedua desa tersebut masih terkait kasus penikaman seorang pemuda Kelurahan Imandi yang mayatnya ditemukan di depan SMAN 1 Imandi sebulan yang lalu. “Ini masih terkait kasus penikaman yang lalu. Tersangkanya sudah diamankan oleh pihak Polsek setempat. Namun, karena tidak cukup bukti pihak Polsek kembali melepas tersangkanya hingga kembali terjadi ketegangan,” terang Nanang, Rabu (30/9/2015).
Informasi, saat ini, pihak polres tengah berjaga di sejumlah titik, diantaranya, pos perbatasan Imandi-Tambun, simpang tiga Desa Dumoga, Simpang Tiga Kelurahan Imandi, dan di sekitar rumah duka korban meninggal Kelurahan Imandi.(yun)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment