Berita Terbaru

Thursday, October 29, 2015

Soal dana pilkada, Pj Gubernur Sulut: Sekkab Minut beri alasan kurang logis
by Unknown - 0

Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono dan Sekkab Minut Sandra Moniaga,
MANADO, SMOcom—Saat kunjungan Mendagri Tjahjo Kumolo dan Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono di Kantor KPU Sulut, Kamis (29/10/2010), Ketua KPU Sulut Yessy Momongan melaporkan secara umum persiapan Pilkada di Sulut berlangsung aman dan lancar. Hanya saja sedikit ganjalan bagi mereka yaitu di KPU Minut. “Anggaran Pilkada terjadi pemotongan oleh Pemkab Minut berkisar Rp5 miliar. Padahal sudah dilaksanakan MoU disetujui bersama anggran Pilkada Minut berjumlah Rp19,4 miliar,” lapor Momongan kepada Mendagri dan Penjabat Gubernur.
Ketua KPU Minut Freddy Sirap yang hadir menyebutkan, yang sudah cair untuk tahap pertama Rp7 miliar, sementara di APBD Perubahan hanya tertata sebesar Rp7 miliar. “Terjadi selisih kurang sebesar Rp5,4 miliar,” ujarnya. Pemotongan anggaran ini, Sirap mengakui sangat mengganggu proses tahapan pelaksanaan Pilkada. “Jika ini terjadi maka anggaran yang ada hanya sampai pada hari H nanti, sehingga untuk proses tahapan berikut KPU Minut sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” tandas Sirap.
Mendengar hal itu, Penjabat Gubernur Sulut langsung menghubungi Sekkab Minut Sandra Moniaga via telepon selular. Kepada Mendagri dan Penjabat Gubernur Sulut, Moniaga memberi alasan yang kurang logis. “Katanya hanya kesalahan pengetikan dari staf saja,” ujar Sumarsono. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini pun geleng-geleng kepala dan mengatakan bahwa alasan yang disampaikan Sekkab Minut ini sebuah alasan yang mengada-ada. “Apapun alasannya Pemkab Minut harus menepati komitmen yang ada lewat MoU yang sudah ditandatangi bersama KPU Minut. Pemkab Minut jangan sampai mengganggu proses tahapan pilkada yang ada,” tandas Sumarsono.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment