Berita Terbaru

Friday, October 23, 2015

Pembunuh Olivia Tinungki ditangkap, pelaku cemburu korban miliki lelaki lain
by Unknown - 0

TERSANGKA Bobby pembunuh perempuan Olivia Tinungki, saat dibopong personil Tim Manguni Polda Sulut, usai ditembak di kedua kakinya. Pelaku selanjutnya diserahkan  ke Polres Tomohon untuk diproses hukum.(foto: farry/sk)
MANADO, SMOcom-Kerja keras aparat kepolisian untuk mengungkap peristiwa tewasnya perempuan, Olivia Livie Tinungki (28), warga Kelurahan Walian, Lingkungan X, Kecamatan Tomohon Selatan, yang ditemukan warga di Perkebunan Pangi Paslaten II, Kecamatan Tomohon Timur, akhirnya terjawab. Pelaku pembunuhan yakni lelaki, BE alias Bobby (38), warga Desa Pakuure Dua, Kecamatan Tenga, Minsel, Kamis (22/10/2015) dini hari, sekitar pukul 03.15 Wita, berhasil diringkus Tim Manguni Polda Sulut. Pelaku pun dilumpuhkan dengan tembakan timah panas di kedua kakinya, karena melakukan perlawanan saat proses pengembangan kasus oleh petugas.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi SIK MM mengatakan, pengungkapan kasus tersebut tidaklah mudah, karena awalnya tidak adanya saksi mata di lokasi kejadian. Dijelaskan Ratulangi, pihaknya harus menerjunkan seluruh personil Tim Manguni Unit 1, 2 dan 3 dipimpin Iptu Fandi Bau,  Ipda  Remon Sandewana, Ipda Andrian Untu, serta tim Charlie AKP Frelly Sumampow dan Wadan Tim Manguni, Kompol Dewa Made Palguna. Alhasil, atas kerja sama tim, pelaku berhasil diungkap dan ditangkap.
“Kurang lebih tiga minggu kami melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Tersangka memang sudah kami curigai sejak awal, dan kami juga sudah sempat menginterogasi tersangka. Namun karena bukti yang tidak cukup, sehingga tidak kami tahan, hingga akhirnya sekarang berhasil kami buktikan lewat temuan handphone korban yang disimpan tersangka. Motif dari kasus ini adalah cemburu,” ungkap Ratulangi, di Mapolda Sulut. 
Lebih lanjut Ratulangi menegaskan, untuk meyakinkan perbuatan tersangka, Tim Manguni bersama Satuan Reskrim Polres Tomohon, langsung melakukan pra rekonstruksi. Hasilnya memang sangat meyakinkan, bahwa lelaki Bobby adalah pelaku tunggal.
“Saat ini tersangka dan babuk telah diserahkan ke penyidik Reskrim Polres Tomohon, untuk proses hukum selanjutnya. Tersangka akan diancam dengan pasal 338, 351 dan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Nanti kasus ini akan dikembangkan penyidik Polres Tomohon,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak SIK mengatakan, bahwa pihaknya bersama Tim Manguni Polda Sulut telah berhasil menangkap pelaku, dan segera diproses lebih lanjut. Menurutnya, untuk proses rekonstruksi akan disesuaikan pihaknya dan selanjutnya merampungkan berkas perkara agar segera dilimpahkan ke kejaksaan. “Tersangka saat itu bersembunyi pada saudaranya dan saat itu tidak ada perlawanan sama sekali. Penggebrekan ini dilakukan oleh Tim Manguni Polda Sulut dengan tim Polres Tomohon. Tersangka segera kita proses dan akan kita agendakan gelar rekonstruksinya. Karena pasca ditangkap, pihak kami bersama Tim Manguni Polda sudah melakukan pra rekon di lokasi kejadian,” kata Simanjuntak, dibenarkan Kasatreskrim Polres Tomohon, AKP Thommy Aruan SH SIK. 
Kronologis pengungkapan dan penangkapan pelaku, berawal pasca peristiwa penemuan mayat korban Olivia, Kamis (1/10) lalu, di Kelurahan Paslaten II, Kecamatan Tomohon Tengah, tepatnya di Perkebunan Pangi, Jalan Lingkar Timur. Mayat korban dengan kondisi setengah telanjang itu ditemukan warga setempat, Ricky Supit, saat sedang menggembalakan sapi miliknya. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke aparat kepolisian dan dilakukan penyelidikan.
Selanjutnya, Tim Manguni bersama Polres Tomohon, memeriksa sejumlah orang dekat korban. Salah satunya tersangka turut diinterogasi. Namun karena belum mencukupi bukti, tersangka akhirnya tidak di tahan. Namun dalam proses lidik, hasilnya diperoleh banyak petunjuk oleh petugas, sehingga pelaku mengarah kepada tersangja Bobby.  Tim kemudian mencoba mencari Bobby ke rumahnya namun ternyata Bobby telah menghilang sekitar seminggu. Tim semakin curiga dengan tindakan Bobby, hingga melakukan pencarian di beberapa daerah yakni Tomohon, Bolmong, Tenga Minsel dan Bitung.
Perburuan akhirnya membuahkan hasil, setelah tim mendapat informasi Bobby bersembunyi di rumah pamannya, di Desa Kolongan Maumbi, Minut. Tim kemudian bergerak Kamis (22/10/2015) sekitar pukul 03.15 Wita dan mendapati pelaku Bobby sedang tertidur pulas. Saat ditangkap, tim langsung memeriksa isi rumah dan menemukan Hp milik korban yang disimpan pelaku. Tak menunggu lama, pelaku langsung dibawa untuk mencari babuk lainnya. Namun dalam pencarian tersebut, pelaku mencoba merampas senjata api Tim Manguni dan berusaha melarikan diri. Pelaku terpaksa  dilumpuhkan dengan tembakan di kedua kakinya.
Tersangka Bobby saat diinterogasi di Mapolda Sulut mengakui perbuatannya. Ia menjelaskan, bahwa awalnya ia berkenalan dengan korban Olivia via media sosial Facebook. Selanjutnya keduanya menjalin hubungan asmara. Sebelum korban dibunuh, terlebih dahulu korban diajak jalan ke Boulevard Tondano dan tempat lainnya untuk makan malam. Nah, pelaku kemudian mengajak korban ke Perkebunan Pangi, Tomohon. Keduanya duduk ibaratnya sedang dimabuk asmara dan nyaris berhubungan badan. Tiba-tiba telepon genggam korban berbunyi, Bobby cemburu karena telepon berdering itu adalah seorang laki-laki. Cek-cok pun terjadi dilokasi itu, dan akhirnya dia mencekik korban. 
“Saya cemburu karena ada telepon masuk dari laki-laki, kemudian saya cekik, sebelum dia tewas, olivia sempat bilang 'iyo dang kita somo iko deng ngana' tapi saya bilang sudah terlambat sayang,” aku Boby, sembari menahan sakit akibat terjangan timah panas di kedua kakinya.
Usai menghabisi nyawa Olivia, kemudian pelaku bergegas melarikan diri dan membiarkan korban dalam keadaan setengah telanjang. Pelaku juga mengambil barang berharga korban berupa telepon genggam. Terungkapnya pelaku saat telepon genggam korban dilacak oleh pihak kepolisian."Saya kenal dia kurang lebih satu tahun lebih, kita kenal lewat facebook. Saya bunuh dia karena sakit hati, dia (korban, red) juga menganggap remeh pergaulan saya, kata dia saya kurang skill. Awalnya saya ajak dia jalan-jalan ke Tondano makan milu bakar, sebelum akhirnya saya bunuh dia," jelasnya.(tim/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment