Berita Terbaru

Thursday, October 15, 2015

Organisasi Pemuda Islam Geram Kejadian Pembakaran Gereja di Aceh
by noberd losa - 0

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nusron Wahid

JAKARTA, SMO.COM - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Nusron Wahid bersuara keras atas kasus kekerasan berdarah di Kabupaten Aceh Singkil akibat persoalan tempat ibadah yang dianggap menyalahi izin mendirikan bangunan (IMB).
Dilansir islamtoleran.com Nusron Wahid berpendapat jika persoalannya IMB yang dijadikan alasan untuk membongkar gereja di Aceh adalah suatu kesalahan, karena sebenarnya banyak masjid di kampung-kampung yang berdiri tanpa IMB dan tak ada yang mengganggu.
Nusron mengatakan, mestinya upaya umat untuk beribadah tidak dipersulit.
“Wong tempat ketemu Tuhan saja kok pakai izin dan dipersulit manusia. Sementara Tuhannya tidak pernah mempersulit," kata Nusron dalam siaran pers ke media, Rabu (14/10/15).
Ia menambahkan, para pengambil kebijakan mestinya tidak terjebak pada masalah kesadaran administratif. “IMB, itu bukan persoalan substantif. Persoalan substantifnya adalah bahwa keberagaman harus dilindungi, tempat ibadah dan umat dalam melakukan ibadah harus dilindungi," ujarnya.
Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) itu menegaskan,  umat beragama yang hendak menjalankan peribadatan harus dilindungi. Karenanya, kasus di Aceh Singkil untuk alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Nusron pun mendesak aparat penegak hukum agar memproses pelaku kekerasan di Aceh Singkil yang berujung korban jiwa itu.
Hal serupa juga disuarakan Nusron untuk kasus pembakaran masjid di Tolikara, Papua pada Idulfitri lalu.
"Belum selesai kasus di Papua, sekarang terjadi di Aceh. Padahal kebebasan ibadah adalah dasar umat manusia, yang harus dilindungi oleh negara dan wajib dihormati oleh warga negara. Makanya, atas kasus seperti ini harus diusut tuntas, hukum harus ditegakkan," tuturnya.(*)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment