Berita Terbaru

Tuesday, October 27, 2015

Konflik di Indonesia ada dua bentuk
by donwu - 0

Sekkot Manado MHF Sendoh saat mengikuti Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik, Selasa (27/10/2015).(foto: ist)
MANADO, SMOcom—Dalam rangka menyamakan persepsi terkait penanganan konflik sosial di Indonesia, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri melaksanakan rapat kordinasi tim terpadu penanganan konflik sosial dalam rangka evaluasi pelaksanaan rencana aksi B.04 dan B.08 tahun 2015. Kegiatan yang diselenggarakan Selasa (27/10/2015) di Gran Kawanua Convention Center, Kayuwatu, dihadiri oleh Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono.
Dalam sambutannya, Sumarsono mengatakan bahwa konflik yang terjadi di Indonesia ada dua bentuk, yakni konflik horisontal dan vertikal. “Horisontal yakni konflik antar kelompok masyarakat, sedangkan konflik vertikal adalah konflik antara pemerintah dan warga masyarakat,” ujarnya. Untuk itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2015 terkait penanganan konflik sosial, yang esensinya mengatur pencegahan konflik, tindakan darurat penyelamatan dan perlindungan korban, pengerahan kekuatan TNI dan pemulihan pasca konflik.
Sumarsono juga mengingatkan perlu dalam menangani konflik sosial, kebudayaan adalah benteng pertahanan bangsa. Untuk itu sebagai penjabat Gubernur, dirinya selalu mensosialisasikan pembangunan dari perspektif kebudayaan. Adapun menurut Sekkot Manado MHF Sendoh, dengan adanya forum ini, kiranya dapat terjalin koordinasi dan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah dalan merumuskan berbagai kebijakan konstruktif untuk menghadapi tantangan penanganan konflik sosial.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dirjen Politik dan PUM Kemendagri Soedarmo, para Sekda dan Kepala Kesbangpol se-Sulut dan dari Pulau Jawa.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment