Berita Terbaru

Friday, October 9, 2015

Euforia Pilkada, Walikota Manado: Jangan sebar fitnah!
by donwu - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut beharap pilkada berjalan aman dan lancar, tidak ada fitnah dan gulirkan isu SARA.(foto: farry/sk)
MANADO, SMOcom- Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2015 tinggal dua bulan lagi. Masyarakat Manado sendiri diperhadapkan dengan dua agenda pilkada, yakni Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) dan Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako). Semakin dekatnya pesta demokrasi tersebut, maka berbagai upaya dilakukan kandidat dan para tim sukses (TS) untuk mendapat simpati masyarakat pemilih.
Namun, satu hal yang diingatkan Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) adalah, jangan ada yang menyebar fitnah supaya pilkada berjalan aman, damai, demokrasi dan transparan. “Berilah pendidikan politik yang benar kepada masyarakat. Jangan ada yang menyebar fitnah, karena itu tidak mendidik dan tidak baik,” ujar Walikota dalam berbagai kesempatan. Lanjut GSVL, masyarakat juga diharapkan tidak terpacing dengan fitnahan yang dilancarkan oknum tidak bertanggung-jawab, apalagi kalau sudah menyangkut SARA (suku, ras, dan agama).
Penegasan Walikota ini juga langsung ditindak-lanjuti Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Manado, yang mengingatkan kepada peserta pilkada agar tidak bawa isu SARA dalam kampanye. "Kami mengingatkan empat kandidat Walikota dan Wakil Manado, serta seluruh tim kampanye untuk memperhatikan imbauan ini," terang Sekretaris Badan Kesbangpolinmas Manado, Ivan Sumampouw, Kamis (8/10/2015) kemarin.
Dia mengatakan, ada isu SARA yang diangkat dengan menyebut nama salah satu pasangan calon, dengan membawa-bawa agama di media sosial (medsos), hingga Kesbangpolinmas mengeluarkan peringatan mengenai hal tersebut, karena merupakan bibit perpecahan. Akan hal itu, pihaknya masih menyelidiki apakah oknum yang bersangkutan tersebut adalah tim kampanye karena menyebut salah satu agama dan mendiskreditkan salah satu pasangan calon atau bukan, dan akan membawa hal tersebut ke ranah hukum atau tidak. Tetapi ia mengingatkan hal tersebut jangan sampai dilakukan atau terulang.
"Sebab secara umum ketentuan mengatur, kampanye pemilu, baik presiden, legislatif hingga kepala daerah, materi kampanye apa yang boleh dan tidak dilakukan itu sama," terang Sumampouw.  Dikatakannya, UU Nomor 8/2014 maupun aturan serupa lainnya menegaskan, bahwa kampanye merupakan bagian pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggungjawab, yang salah satu prinsipnya adalah nondiskriminasi dan berfungsi membangun komitmen antara warna negara dan peserta dengan menawarkan visi misi untuk meyakinkan calon pemilih.
Dia berujar, materi sebagai bagian terpenting harus menjunjung tinggi Pancasila, UUD 1945, berada, bijak, menjunjung tinggi nilai-nilai agama termasuk menjaga persatuan dan kesatuan serta meningkatkan kesadaran hukum. "Kalau ada yang mengangkat agama itu sudah menyerempet SARA dan hal tersebut tidak akan ditolerir, kami berkoordinasi dengan semua pihak terkait termasuk Panwas dan KPU sampai penegak hukum apakah itu bisa masuk ke ranah hukum atau tidak," ungkapnya.
Sebab itu, dia minta kepada semua pasangan calon untuk menghormati aturan dan berkampanye dengan santun dan mengingatkan seluruh tim masing-masing agar jangan menyentuh suku agama dan rasa dalam kampanye karena merupakan pelanggaran. "Kami tidak akan mentolerir pelanggaran yang bisa mengarah ke perpecahan, karena itu semua harus taat dan sopan, supaya semua tahapan Pilkada dapat berjalan aman dan sukses nantinya untuk kepentingan bersama masyarakat Manado, Sulut dan Indonesia tentunya," tandas Sumampouw.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment