Berita Terbaru

Monday, October 19, 2015

Elektablitas terus naik, GSVL kembali diserang black campaign
by donwu - 0

INI bukti-bukti yang menunjukkan bahwa GS Vicky Lumentut benar memperoleh gelar Doktor Bidang Ilmu Veilles et Intelligence Competetive di Universite d'Aix Marseille III Prancis, atas nama Godbless Sofcar Lumentut.(foto-foto: ist)
Kabag Humas: Gelar Doktor Walikota Manado tersebut diakui Kemendiknas

MANADO, SMOcom-Menjelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Manado 9 Desember 2015, serangan kepada bakal calon Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL) nampaknya makin gencar dilakukan apalagi melihat elektabilitas atau tingkat keterpilihan GSVL terus meningkat. Kali ini, arahan negative campaign (kampanye negatif) dan black campaign (kampanye hitam) menyasar kepada gelar akademik yang dimiliki Walikota incumbent ini.
Salah satu bukti, ketika pemilik nama Lusimanado merilis di kompasiana.com tulisan berjudul “Gelar Doktor Walikota Manado Bohong?” (Published: 18.10.15 18:37:47 dan Updated: 18.10.15 19:20:39). Anehnya, yang menulis ini (Lusimanado) justru palsu dan bohong karena tidak bisa menunjukkan identitasnya yang sebenarnya. Bahkan, beberapa hari lalu, Lusimanado ini juga menulis soal bakal calon Walikota lainnya yakni Jimmy Rimba Rogi dan menyerang Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manado.
Inti black campaign yang diutarakan Lusimanado ini terkait gelar Doktor yang disandang GSVL, yang oleh opininya mengatakan bohong. Namun tulisan ini terbantahkan, dimana Plt Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Manado Franky Mocodompis memastikan bahwa seluruh persyaratan dan kualifikasi akademik Walikota Manado untuk menyandang gelar Doktor sudah dipenuhi dan diakui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas).
"Di era digital sekararang, para nettizen dan warga Manado, silahkan mengakses dua portal web, yang pertama website nasional penyetaraan ijazah dari portal dikti http://ijazahln.dikti.go.id/dalam_proses.php. (capture1) dan yang kedua website portal tesis prancis http://www.theses.fr/2008AIX30038 (capture2). Kalau juga masih belum dirasa lengkap saya lampirkan foto copian ijazahnya dan pengakuan pihak Kementrian," ujar Jurubicara Walikota ini,” Senin (19/10/2015)  malam.
"Sebagaimana kita ketahui, ijazah pendidikan tinggi luar negeri wajib menjalani proses penyetaraan oleh pihak yang berkepentingan, dalam hal ini melalui Direktur Akademik Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2010, dimana khusus untuk Pak Walikota GS Vicky Lumentut, ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Dikti Kemendiknas RI Nomor 2143/Dikti/Kep/IJLN/2010 tentang Penetapan Hasil Penilaian Ijazah Pendidikan Tinggi Lulusan Luar Negeri tertanggal 28 Oktober 2010. Adapun penetapannya menerangkan bahwa jenis ijazah adalah Docteur (setara Doktor) Bidang Ilmu Veilles et Intelligence Competetive tertanggal 7 Januari 2010 di Universite d'Aix Marseille III Prancis, atas nama Godbless Sofcar Lumentut,” terang Mocodompis.
Meskipun menyesalkan pertanyaan soal gelar Doktor Walikota Manado yang dialamatkan kepada seorang Guru Sekolah Minggu dan Majelis Pertimbangan Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (MPS GMIM), terkait dengan isu tersebut, Mocodompis memastikan sengaja digulirkan sehubungan dengan proses politik yang sementara berlangsung yaitu Pilwako Manado. “Pemilik akun mungkin menelusuri website dengan menuliskan nama Vicky Lumentut sehingga pencarian data penyetaraan ijazah luar negeri pada website Kementerian tidak keluar, dan itu lumrah dalam sistem digital, salah panggil ya berarti tidak akan keluar yang dipanggil,” ujar Mocodompis.
"Meski demikian saya paham betul, para nettizen khususnya warga kota Manado bisa membedakan mana gelar yang murni, kompatibel, dan memenuhi syarat serta kualifikasi akademik, dan mana yang abal-abal. Saya pastikan dari sudut manapun akan diuji, Pak Walikota Manado GS Vicky Lumentut, akan dapat menunjukkan kualifikasinya sebagai seorang Doktor,” tambah mantan Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Unsrat dan mantan Ketua BPC GMKI Manado ini.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment