Berita Terbaru

Wednesday, October 7, 2015

Dirlantas Polda Sulut marah ketahui oknum Polisi Minahasa ambil uang “sogok”
by donwu - 0

INILAH foto yang bikin geram Dirlantas Polda Sulut AKBP Subandriya, melihat oknum Polisi Polres Minahasa tertangkap menerima suap dari pengendara pada Senin (5/10/2015) siang di Tataaran Patar.(foto: ist)
MANADO, SMOcom- Dugaan praktek pungutan liar (pungli) operasi sweeping Polisi Lalulintas (Polantas), yang kerap terdengar di tengah masyarakat khususnya pengguna jalan atau pengendara kendaraan bermotor, kini mulai ditindaklanjuti. Bahkan, Direktur Lalulintas Polda Sulut AKBP Subandriya SH MH, mulai memberikan attensi untuk melakukan evaluasi terhadap jajarannya, yang dinilai salah dalam mengambil tindakan serta melakukan aksi tidak terpuji tersebut.
Hal ini ditegaskan Subandrya ketika wartawan pos liputan Polda Sulut, Rabu (7/10/2015) sore, memperlihatkan gambar hasil jepretan warga, yang menyaksikan langsung praktek dugaan pungli oleh oknum anggota Satlantas Polres Minahasa, saat melakukan sweeping di ruas jalan Tataaran Patar, Tondano. Bahkan, Subandrya semakin terkejut ketika memperbesar gambar yang jelas terlihat uang yang diambil oknum Polisi Lalulintas Polres Minahasa, dari pengendara.
“Wah, ini kan uang. Untuk apa uang itu. Walaupun itu uang titipan tilang, uang setoran atau uang apalah, tindakannya tidak etis. Sikap ini kayak orang yang jualan dijalanan saja, seenaknya mengambil uang. Kan sudah ada tempatnya yang disiapkan, bukan dengan cara gampang seperti itu,” kesal Subandriya, sembari menghubungi Kasat Lantas Polres Minahasa AKP Risno Luas di Mapolda Sulut.
Lebih lanjut mantan Kasubbag Anev Opswil Bag Anev Ro Binops SOPS Polri ini menegaskan, untuk memperbaiki tingkah atau kelakuan dari polisi nakal yang diduga sering mengambil keuntungan dari para pengendara saat operasi atau sweeping digelar, dirinya akan bertekad melakukan perubahan sekaligus menindak anggota dijajarannya. Ia pun segera menelusuri praktek-praktek tidak terpuji dari anggotanya, agar ke depan kinerja kepolisian semakin baik serta menjadi mitra dengan masyarakat.
“Saya belum bisa pastikan apakah itu pungli atau bukan, tapi nanti kita klarifikasi serta dikordinasikan dengan Kapolres dan Kasat Lantasnya. Karena tindakan itu tidak ada dalam aturan lalulintas. Kalau salah akan kita perbaiki. Terima kasih untuk rekan-rekan media dan masyarakat. Foto ini adalah salah satu tindakan yang bisa memperbaiki Polisi,” tandasnya, sambil mencatat nomor mobil dinas polisi, serta nama oknum anggota.
Ia pun meminta kepada masyarakat, bila mana di lapangan ada oknum polisi lalulintas yang tidak sopan saat menggelar razia, agar memberitahukan pangkat dan nama anggota tersebut. Namun sebaliknya, Subandriya pun berharap kepada pengguna jalan atau pengendara, jika ditemukan pelanggaran dalam operasi, agar dapat mematuhinya dan segera diperbaiki demi menciptakan situasi aman dan tertib dalam berkendara. “Lihat namanya, pangkatnya apa dan kesatuannya mana. Polres atau Polda dan beritahu saya. Kalau perlu foto oknum tersebut jika bertindak tidak sopan dan melakukan praktek pungli,” harapnya.
Diketahui, operasi Satlantas bersama pihak Dishub di wilayah Tataaran Patar, Tondano, Senin (5/10/2015) siang, turut terekam kamera, dimana salah satu anggota polisi di Satlantas Polres Minahasa mengembalikan kunci kendaraan, setelah seorang wanita yang terjaring razia memberikan sejumlah uang. Uang tersebut pun diletakkan di depan mobil dinas Satlantas jenis Mitsubishi Kuda. Nampak pecahan uang Rp20-50 ribu, jelas diletakkan di atas deksel mobil dan diambil oknum petugas. Selain anggota polisi, dalam foto tersebut juga nampak dua orang petugas dari Dishub. Selain meminta uang damai kepada pelanggar, salah satu anggota yang diketahui bernama Brigadir R, nampak arogan ketika berhadapan dengan pengendara. Pasalnya, oknum tersebut langsung mencegat dan mencabut kunci kendaraan roda dua dan empat milik pengendara yang melintas di daerah itu.
“Setelah saya memberikan SIM dan STNK, polisi yang diketahui bernama Rarawona itu langsung mencabut kunci kendaraan bermotor saya. Saya jadi bingung. Dalam hati saya bertanya salah apa saya. surat kendaraan lengkap,” kata salah satu pengendara kendaraan Yamaha Vixsion yang mengaku bernama Rivaldo.
Senada dikatakan Grace, pengendara mobil yang terjaring. Kepada wartawan, ia mengatakan ketika mobil yang dia kendarai dihentikan. Brigadir Rarawona yang berpostur tubuh tinggi langsung mencabut kunci kendaraan mobilnya. “Dia langsung cabut kunci mobil saya dan minta memperlihatkan surat-surat. Ketika saya tunjukan, polisi itu langsung mengijinkan saya meneruskan perjalanan,” kata Grace yang hendak pulang ke Desa Remboken.(obi)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment