Berita Terbaru

Thursday, October 22, 2015

Dana bencana asap, GSVL akan tindak lanjuti arahan Jokowi
by donwu - 0


WALIKOTA Manado GS Vicky Lumentut yang juga Ketua Dewan APEKSI bersama Presiden Joko Widodo.(foto: ist)

MANADO, SMOcom—Dalam rapat kerja pemerintah yang dihadiri oleh para Gubernur, Bupati/Walikota di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada para kepala daerah yang daerahnya rentan terkena kebakaran hutan dan lahan serta bencana kabut asap, agar pada musim panas berikutnya segera menetapkan keadaan siaga darurat.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) akan tindak lanjuti arahan Presiden Jokowi tersebut. “Berkaitan dengan bencana asap. Selama ini kita hanya fokus mendengar dan melihat kabut asap dari Sumatera dan Kalimantan. Ternyata juga mulai terjadi di daerah kita. Tadi saya (di pesawat), gelap, kemudian ada 3 pesawat Ternate dialihkan ke Manado, begitu juga ke Papua tidak bisa, karena Gunung Gamalama juga terbakar. Jadi Presiden menyampaikan, Pemda harus ada dana mengantisipasi bencana asap,” ujar Walikota GSVL, saat memimpin rapat dinas jajaran Pemkot Manado yang dihadiri para Staf Ahli, Asisten, Pejabat Eselon II, dan para Kepala Bagian Sekretariat Daerah, Kamis (22/10/2015), di Rumah Pintar (Rumpin) TP-PKK Manado, Kelurahan Bahu.
Dijelaskan Ketua Dewan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah daerah (Pemda) harus ada dana mengantisipasi bencana asap, sehingga dimintakan pada 2016 semua daerah antisipasi semua bencana terjadi. “Alasan yang disampaikan selama ini, kehutanan adalah urusan vertical yang diurus Kementerian. Tapi kemarin Presiden menyampaikan, uang itu sama, uang pusat atau uang kabupaten/kota adalah uang di Indonesia. BPKP dan BPK ditugaskan mengantisipasi keadaan alam seperti ini. Kita masih menunggu petunjuk, tapi kita diminta kesiapan menanggulangi bencana dari aspek pendanaan. Bupati/Walikota juga diminta melakukan diskresi jika ada kedaruratan,” terang GSVL.
Saat rapat di Istana Negara, Presiden Jokowi meminta agar daerah-daerah, wilayah-wilayah yang mempunyai hutan yang mempunyai potensi untuk kebakaran agar tahun depan menganggarkan untuk penanganan itu, terutama untuk pencegahan. “Saya lihat yang terbakar sekarang ini baik provinsi maupun kota/kabupaten tidak ada anggaran untuk itu, untuk penanganan asap. Baik pencegahannya, pencegahan artinya misalnya pembuatan kanal bersekat, pembuatan embung di dekat-dekat area hutan itu sehingga hutan selalu basah, gampang mencari air untuk pemadaman,” kata Jokowi.
Dalam rapat yang dihadiri 279 Gubernur/Bupati/Walikota, Presiden Jokowi berpesan agar para Gubernur/Bupati/Walikota yang daerahnya rentan menghadapi bencana kebakaran hutan dan kabut asap untuk mencatat betul pemintaannya, karena saat dirinya ke daerah beberapa waktu lalu, ia menanyakan hal tersebut (surat penetapan keadaan siaga darurat), tidak ada. Pun demikian, ditanya soal anggaran juga tidak ada anggaran itu.(dsw/skh-swarakita)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment