Berita Terbaru

Tuesday, September 15, 2015

Walikota GSVL nikahkah 24 pasutri di Bunaken
by donwu - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut saat melakukan 
pencatatan nikah kepada 24 pasutri di kepulauan 
Bunaken, Selasa (15/9/2015) siang.(foto: ist)
MANADO, SwaraManado.com- Sejak menjadi Walikota Manado pada 2010 lalu, perhatian GS Vicky Lumentut (GSVL) kepada warga di kepulauan tak putus-putusnya. Pasalnya, sejak dilantik jadi Walikota Manado periode 2010-2015 saat itu, GSVL langsung berkomitmen menyamaratakan pembangunan dan perhatian kepada seluruh warga Manado, karena GSVL tidak lagi miliki partai politik tertentu tetapi sudah menjadi milik seluruh warga Manado.
Untuk kesekian kalinya GSVL mengunjungi warga kepulauan, seperti juga yang dilakukanya Selasa (15/9/2015) siang. Dimana Walikota GSVL menjadi pencatat pernikahan 24 pasangan suami istri (pasutri) dalam kawin massal di Pulau Bunaken yang dipusatkan di GMIM Patmos Bunaken. Sebelum melakukan pencatatan pernihakan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadis Dukcapil) Manado Hans Tinangon terlebih dahulu membacakan dasar digelarnya pernikahan massal ini, kemudian membaca nama 24 pasutri itu.
Walikota dalam menjalankan tugasnya mencatatkan pernikahan itu mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Pada dasarnya, tujuan pernikahan massal adalah membantu masyarakat/keluarga yang sudah hidup bersama sebagai suami-istri namun belum sah secara hukum agama dan hukum Negara. Selain itu juga untuk membantu keluarga yang kurang beruntung. Karenanya, sebelum mencatatkan pernikahan tersebut,
Walikota GSVL memastikan terlebih dahulu apakah sudah tidak bermasalah. Setelah sah menurut hukum agama dan UU Perkawinan, keluarga akan dengan sendirinya mempunyai kejelasan status termasuk pada anak sebagai buah perkawinan. GSVL meminta para rumah tangga baru ini untuk 98714+bisa terus menjaga kerukunan dan keharmonisan hingga maut memisahkan. "Tujuan perkawinan adalah untuk bisa menjadikan setiap rumah tangga berbahagia, dan yang terutama untuk mendapatkan kekuatan hukum yang jelas sebagai pasangan suami istri yang sah,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Walikota, 24 pasutri ini bisa menjadikan rumah tangga tersebut patut diteladani di tengah masyarakat, karena saat pemberkatan nikah tidak ada unsur paksaan dalam menjalin hubungan pernikahan itu. “Jadi hak suami dan istri adalah sama dimata hukum, oleh karena itu keduanya harus bisa hidup saling mengasihi dan menyayangi hingga maut memisahkan," saran GSVL disambut senyum sukacita pasutri baru maupun keluarga mendampingi. Hadir juga dalam pernikahan massal ini Camat Bunaken Kepulauan Robert Dauhan.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment