Berita Terbaru

Wednesday, September 2, 2015

Putra Sulut ini gagal dilantik menjadi Kepala Staf Presiden
by donwu - 0

Johny Lumintang.
JAKARTA, SwaraManado.com- Rabu (3/9/2015) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Kepala Staf Kepresidenan yang baru untuk menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut sendiri telah diangkat Jokowi menempati posisi barunya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) setelah Tedjo Edhy Purdijatno yang dicopot.
Posisi Kepala Kantor Kantor Staf Kepresidenan (KSP) merupakan jabatan yang sangat strategis, karena selain merupakan jabatan setingkat menteri, KSP bertugas memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis. KSP dibentuk berdasarkan Perpres 26 Tahun 2015 yang disahkan Presiden 23 Februari 2015 sebagai pengganti Perpres 190 tahun 2014 yang sebelumnya bernama Unit Staf Kepresidenan. Lembaga Kepresidenan ini salah satu lembaga yang digodok didalam Pokja Rumah Transisi Jokowi-JK sebelum kabinet kerja dibentuk.
Dari sejumlah nama yang sempat beredar, ada dua nama yang diajukan kepada Jokowi untuk menggantikan Luhut, yakni Johny Josephus Lumintang dan Fachrul Razi. Dan nama Lumintang sarter terdengar untuk menduduki jabatan ini. "Letjen TNI (purn) Johny Lumintang, Putra Minahasa Sulut akan Jabat Kepala Staf Kepresidenan," tulis Fadjroel Rachman—aktifis reformasi dan pengamat politik—demikian dikutip dari akun Twitternya @fadjroeL, Rabu (2/9/2015) pagi.
Sumber Investor Daily di kalangan pejabat tinggi negara menyebutkan Lumintang akan dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara. Saat ini Lumintang masih menjabat Dubes Indonesia untuk Filipina, jabatan yang dipercayakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak Februari 2014. "Pastinya, Pak Johnny Lumintang akan menggantikan Pak Luhut. Waktu pelantikannya, kemungkinan besar pada hari Rabu, 2 September. Tapi belum diketahui jam berapa," kata sumber itu di Jakarta, Rabu (2/9/2015) dini hari.
Dan, jadwal pelantikan yang direncanakan Pukul 09.00 WIB, namun hingga lewat dari waktu yang telah ditentukan, Kepala Staf Presiden sempat belum juga dilantik. Di Istana Negara telah hadir para tamu undangan, yakni menteri-menteri, pejabat setingkat menteri, dan para pemimpin lembaga negara, termasuk Komisioner Komisi Yudisial. Ruangan pun telah disiapkan untuk prosesi pelantikan. Namun hingga detik akhir, para tamu undangan belum tahu siapakah yang hendak dilantik. Semua yang hadir di Istana pun mengira-ngira, dan semuanya menyebut nama Lumintang.
Namun sayangnya, saat pelantikan bukan Lumintang atau Razi yang dilantik Presiden Jokowi, tetapi Teten Masduki. Alasannya sederhana, Teten selama ini dikenal sebagai sosok yang dekat dengan Presiden Jokowi. Sebelum menjadi Kepala Staf Kepresidenan, dia merupakan anggota Tim Komunikasi Presiden. Bahkan, selama masa kampanye pemilihan presiden tahun lalu, dia selalu menemani Jokowi.
Dan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, seperti diatur Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Presiden, Teten bakal mengemban beberapa tugas. Di antaranya adalah memastikan program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi presiden, penyelesaian masalah secara komprehensif terhadap program-program prioritas nasional yang dalam pelaksanaannya mengalami hambata, serta pemantauan kemajuan terhadap pelaksanaan program-program prioritas nasional.
Ada pula tugas mengelola strategi komunikasi politik dan diseminasi informasi dan penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan. Ketika ditanya wartawan mengenai rencana strategi yang akan ditempuh, Teten mengaku belum mau berbicara panjang. "Nantilah," ujarnya.(mer/kom/dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment